Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya AC Tak Dingin, Bikin Kompresor Kerja Berat dan Boros BBM, Ini Solusinya!

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Bahaya AC Tak Dingin, Bikin Kompresor Kerja Berat dan Boros BBM, Ini Solusinya! Doc: ANTARA/HO-Humas Hepicar
Ket. Ilustrasi spesialis Hepicar sedang melakukan perbaikan AC mobil di rumah pelanggan di Yogyakarta.

JAKARTA - Penggunaan air conditioner (AC) pada kendaraan kerap dianggap sepele oleh pengendara, padahal sistem pendingin kabin ini memiliki pengaruh langsung terhadap konsumsi bahan bakar, baik pada mobil berbahan bakar bensin, diesel, maupun BBG.

Co-Founder Dokter Mobil, Ko Lung-Lung mengatakan bahwa ketika fitur pendingin dalam kendaraan tersebut dalam kondisi tidak sehat dan terus dipaksakan menyala akan berakibat pemborosan pada konsumsi bahan bakar.

“Kalau tidak dingin dan pemilik terus memaksakan dihidupkan AC itu bisa jadi boros dan itu harus dibawa ke bengkel untuk diperiksakan,” kata Ko Lung-Lung saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (22/4).

Dia menjelaskan pada dasarnya, sistem AC pada kendaraan bekerja dengan mekanisme yang sama. Komponen utamanya terdiri atas kompresor, kondensor, filter dryer, katup ekspansi, dan evaporator.

Dalam hal ini, komproser memiliki tugas untuk mendorong sirkulasi freon dan oli, sementara kondensor mengubah freon dari gas menjadi cair. Setelah melalui proses filtrasi di filter dryer, freon kemudian diubah kembali menjadi gas di evaporator.

Menurut dia, kinerja freon yang berubah dari cair menjadi gas inilah yang menyerap panas dan menghasilkan udara dingin. Udara tersebut kemudian dialirkan ke dalam kabin melalui hembusan blower, sehingga menciptakan efek pendinginan bagi penumpang.

“Kompresor AC digerakkan oleh mesin kendaraan, sehingga membutuhkan tenaga tambahan. Semakin berat kerja kompresor, maka semakin besar pula beban mesin, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi BBM,” ujar dia.

Selain itu, beberapa perawatan mesti dilakukan oleh pemilik kendaraan seperti rutin dalam mengganti oli komproser. Menurut dia, idealnya pemilik kendaraan haru rutin mengganti setiap 20.000 kilometer sekali.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gesekan berlebih, hingga kerusakan pada bagian kompresor.

Penggantian yang dilakukan secara rutin ini juga dapat mencegah terjadinya kerja sistem menjadi lebih berat dan tidak efisien.

Menurut dia, faktor lain yang tak kalah penting adalah suhu radiator. Letak kondensor yang berdekatan dengan radiator membuat keduanya saling memengaruhi.

“Jika radiator terlalu panas atau kipas tidak bekerja optimal, maka kondensor ikut panas dan kinerja AC menurun. Akibatnya, sistem akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan suhu dingin yang diinginkan, sehingga konsumsi BBM pun meningkat,” ucap dia.

Komponen pendukung seperti magnetic clutch dan solenoid valve juga berperan dalam mengatur kerja kompresor berdasarkan perintah dari sistem komputer kendaraan.

Jika salah satu komponen ini bermasalah, maka kinerja AC menjadi tidak stabil dan berpotensi menambah beban mesin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Imigrasi Bersama ITB Garap ...
Daerah
Imigrasi Berencana Pidanaka...
Luar Negeri
Robot-robot Buatan Tiongkok...
Advertisement
Santunkan Asuransi Disalurkan, Kemenhub Pastikan Pemenuhan Hak Korban KMP Virgo Transport 8

Santunkan Asuransi Disalurkan, Kemenhub Pastikan Pemenuhan Hak Korban KMP Virgo Transport 8

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.