Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Karantina dan Kemendes Perkuat Literasi Desa Dukung Pengembangan 5.000 Desa Ekspor

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Badan Karantina dan Kemendes Perkuat Literasi Desa Dukung Pengembangan 5.000 Desa Ekspor Doc: antara foto
Ket. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto usai penandatanganan nota kesepahaman antara Barantin dan Kemendes PDT di Jakarta, Kamis (18/6).

JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan literasi ekspor produk dan komoditas desa mendukung pengembangan 5.000 Desa Ekspor.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan kerja sama tersebut juga dilakukan melalui pendampingan, dan penguatan kualitas produk desa.

“Desa Ekspor itu targetnya ada 5.000 Desa Ekspor paling tidak di 2029. Sekarang baru ada 338 Desa Ekspor dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun,” kata Yandri usai penandatanganan nota kesepahaman antara Barantin dan Kemendes PDT di Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut dia, produk desa perlu memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari keamanan produk, sertifikasi, hingga standar yang ditetapkan negara tujuan agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Yandri mengatakan saat ini produk desa telah menembus 59 negara tujuan ekspor melalui berbagai komoditas, antara lain kopi, gula aren, ikan koi emas, minyak kemiri, kendang jembe, dan produk unggulan desa lainnya.

Ia menambahkan salah satu fokus kerja sama dengan Barantin adalah peningkatan literasi bagi kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat agar memahami ketentuan yang harus dipenuhi dalam pengembangan produk desa.

"Produk-produk desa harus aman, tidak menjadi kita lengah atau menggampangkan persoalan sertifikat, kemudian parameter-parameter yang membuat produk itu bisa laku, bisa aman, dan bisa diterima ke negara tujuan," ujarnya.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan upaya mendorong percepatan perdagangan dan ekspor komoditas berbasis desa.

Menurut dia, desa perlu dilibatkan sebagai subjek pertumbuhan ekonomi karena memiliki potensi besar melalui berbagai komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Pertumbuhan ekonomi itu, mau bicara pertumbuhan ekonomi, menurut saya orang agak banyak yang keliru kalau tidak melibatkan desa sebagai subjek pertumbuhan ekonomi,” ujar Karding.

Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa dan sekitar 64.000 badan usaha milik desa (BUMDes), serta puluhan ribu koperasi desa yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Karding menilai target pembentukan 5.000 Desa Ekspor akan sulit tercapai tanpa pendampingan dan edukasi kepada desa-desa yang memiliki potensi komoditas unggulan.

Karena itu, Barantin dan Kemendes PDT akan menyiapkan desa binaan sebagai pilot project untuk memperkuat kapasitas desa dalam memenuhi standar perdagangan dan ekspor.

Namun, nama dan jumlah lokasi desa yang akan menjadi pilot project belum disebutkan dan masih dikaji oleh Kemendes PDT bersama Barantin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.