Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Ilmuwan Mencoba Memutar Balik Waktu pada Mata Manusia

📅 Senin, 15 Jun 2026, 07:08 WIB | Oleh:

Gagasan tersebut menuai antusiasme besar sekaligus kritik tajam dari komunitas ilmiah. Banyak peneliti menganggap teori tersebut menarik, namun masih membutuhkan bukti yang jauh lebih kuat sebelum dapat diterima secara luas. Kini, melalui ER-100, teori itu menghadapi ujian ­terbesarnya.

Dari Tikus Laboratorium ke Pasien Manusia

Perjalanan menuju uji klinis manusia dimulai pada tahun 2020 ketika tim Sinclair menerbitkan penelitian yang mengejutkan dunia sains.

Dalam studi tersebut, para peneliti melaporkan keberhasilan melakukan apa yang mereka sebut sebagai “pemrograman ulang parsial” pada sel-sel retina tikus yang telah menua. Setelah mendapatkan perlakuan tertentu, sejumlah sel menunjukkan karakteristik biologis yang menyerupai sel yang lebih muda.

Penelitian itu langsung menjadi salah satu topik paling banyak dibahas dalam komunitas longevity. Untuk pertama kalinya, muncul indikasi bahwa proses penuaan pada tingkat seluler mungkin dapat diputar kembali, setidaknya dalam kondisi laboratorium.

Meski hasil pada hewan tidak selalu dapat diterjemahkan ke manusia, temuan tersebut cukup menjanjikan untuk menarik perhatian investor dan industri bioteknologi.

Teknologi yang lahir dari laboratorium Harvard itu kemudian dilisensikan kepada Life Biosciences untuk dikembangkan lebih lanjut menuju tahap klinis.

Setelah serangkaian pengujian praklinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akhirnya memberikan izin pada Januari 2026 untuk memulai uji klinis fase pertama.

Bagaimana Cara “Memutar Balik Waktu” Sel?

Pendekatan yang digunakan ER-100 termasuk salah satu teknologi terapi gen paling canggih yang saat ini sedang dikembangkan.

Para ilmuwan memanfaatkan virus yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit. Virus tersebut berfungsi sebagai kendaraan biologis yang mengantarkan instruksi genetik ke dalam sel ganglion ­retina.

Begitu masuk ke dalam sel, instruksi tersebut memicu produksi tiga protein yang diyakini mampu mengembalikan sebagian karakteristik muda pada sel yang telah menua.

Menariknya, terapi ini dilengkapi mekanisme kontrol tambahan berupa “saklar genetik”. Ketiga gen tersebut hanya aktif ketika pasien mengonsumsi antibiotik tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti. Jika pemberian antibiotik dihentikan, aktivitas gen juga akan berhenti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Pemkot Tangerang Kian Gencarkan Kampanye Antikorupsi

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Kian Genca...
Luar Negeri
Menuju Babak Baru, Suriah K...
Luar Negeri
Gak Takut Kesepian, Gen Z P...

Uji Coba PSIM Tak Mengejar Hasil, tapi Memantapkan Skuad

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Uji Coba PSIM Tak Mengejar ...
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.