Iklim Usaha Kondusif Dorong Ekspansi Bisnis
📅 Senin, 15 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Muchamad IsmailPembangunan Ekonomi I Pelaku Usaha Beralih Bidik ke Sejumlah Kota Penyangga
Penguatan iklim usaha dan dukungan investasi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan serta mendorong ekspansi bisnis pelaku industri ke berbagai daerah.
JAKARTA – Penguatan iklim usaha menjadi elemen penting untuk menjaga daya tarik investasi sekaligus mendorong ekspansi dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Kepastian regulasi, kemudahan perizinan, stabilitas kebijakan, serta efisiensi birokrasi menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam menanamkan modal dan memperluas kegiatan bisnisnya.
Iklim usaha yang kondusif tak hanya menarik investasi baru dari dalam maupun luar negeri, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelaku usaha domestik untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi, membuka cabang baru, dan memperluas pasar.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mendorong penguatan iklim usaha untuk meningkatkan arus investasi. “Daya tarik investasi perlu ditopang oleh kepastian hukum, prospek pasar yang menjanjikan, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat,” kata Esther seperti dikutip dari Antara, akhir pekan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga menekankan perlunya harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan investasi di Indonesia. Indef menilai penguatan iklim investasi menjadi semakin penting karena sejumlah indikator fundamental ekonomi masih menghadapi tekanan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat relatif tinggi.
Penguatan iklim usaha menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan dan ekspansi bisnis pelaku industri di dalam negeri, terutama di tengah perlambatan pasar otomotif nasional. Dukungan terhadap investasi dapat mendorong perusahaan memperluas jangkauan usahanya ke berbagai daerah.
Langkah tersebut terlihat dari strategi yang dijalankan Daihatsu dengan memperkuat layanan purna jual di sejumlah wilayah penyangga di berbagai provinsi. Upaya ini tak hanya bertujuan mempertahankan loyalitas pelanggan, tetapi juga memperluas basis pasar dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah kondisi pasar otomotif yang masih menghadapi tekanan permintaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi Terukur
Daihatsu terus menjalankan strategi ekspansi secara terukur untuk menjaga kinerja bisnis, mempertahankan pangsa pasar, dan tetap kompetitif di tengah dinamika industri otomotif. Upaya tersebut turut mendukung posisinya sebagai merek dengan penjualan mobil terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari–Mei 2026, Daihatsu mencatat penjualan 59.484 unit dengan pangsa pasar 16,5 persen, meningkat 5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).
“Di tengah persaingan yang ketat, after sales (purna jual) adalah penopang bisnis. Kita encourage para diler untuk meningkatkan after sales, bukan hanya sales, tapi juga service dan spare part, seperti yang kita lakukan di Banyuwangi ini,” ujar Chief Executive PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Fredy Handjaja di sela-sela peresmian lokasi baru diler Karunia Motor Daihatsu Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (12/6).
Daihatsu memperkuat ekspansi ke kota-kota penyangga seperti Banyuwangi dengan meningkatkan layanan menjadi 3S (sales, service, dan spare part), seiring mulai jenuhnya pasar di kota besar. Strategi ini dilakukan karena mayoritas konsumen Daihatsu berasal dari segmen menengah ke bawah yang potensinya masih tumbuh di daerah.
Banyuwangi dipilih karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat, didorong sektor pariwisata dan transportasi. Hasilnya, penjualan Daihatsu di Banyuwangi sepanjang Januari–April 2026 mencapai 118 unit atau tumbuh 9,26 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar naik menjadi 14,6 persen.
Kinerja tersebut turut menopang pertumbuhan Daihatsu di Jawa Timur, di mana perusahaan membukukan penjualan 3.702 unit dan menempati posisi kedua pasar otomotif. Menurut Fredy, penguatan layanan purna jual menjadi kunci karena sebagian besar konsumennya merupakan pembeli mobil pertama yang sangat mempertimbangkan kualitas layanan setelah pembelian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!