Psang jadi Komoditas Andalan Ekonomi Petani Lebak
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 15:52 WIB | Oleh: SujarLEBAK -- Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten Rahmat Yuniar menyebutkan komoditas pisang menjadikan andalan ekonomi keluarga petani, karena didukung lahan luas hingga dikembangkan di 28 kecamatan di daerah itu.
"Kita terus mengembangkan pertanian pisang, karena permintaan pasar cukup tinggi juga bisa meningkatkan ekonomi petani," kata Rahmat di Lebak, Minggu.
Pemerintah daerah hingga kini menyalurkan bantuan benih pisang agar menghasilkan mutu dan kualitas, sehingga bisa bersaing pasar.
Selama ini, produksi komoditas pisang di Kabupaten Lebak terbesar di Provinsi Banten dan bisa dibuktikan setiap sore puluhan kendaraan truk diesel maupun mobil pick up mengangkut pisang ke luar daerah.
Mereka kendaraan mengangkut pisang hingga ratusan ton dipasok ke Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi serta DKI Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya kira perputaran uang hasil penjualan pisang di 28 kecamatan hingga miliaran rupiah per bulan dengan produksi ratusan ton per bulan," katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, harga pisang di tingkat petani bervariasi dan tergantung jenis pisang,terlebih pisang dari petani Badui cukup baik dan memiliki kualitas.
Untuk jenis pisang nangka dijual Rp30 ribu/tandan, pisang ambon Rp100 ribu/tandan, mulih Rp60 ribu/tandan , pisang ketan Rp70 ribu/tandan, pisang galek Rp90 ribu/tandan, pisang raja buluh Rp90 ribu/tandan , pisang raja sereh Rp70 ribu/tandan dan pisang kepok Rp80 ribu/tandan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, komoditas pisang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Kehidupan petani pisang cukup sejahtera dan mampu membangun rumah hingga melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.
Sebab, pendapatan petani pisang bisa menghasilkan sekitar Rp10 juta per bulan dari tanam seluas satu hektare.
"Kita yakin pendapatan petani rata-rata Rp2,5 juta per pekan jika tanam seluas satu hektare dengan jumlah 2.500 pohon," katanya menjelaskan.
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan selama ini banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), memproduksi pisang beragam untuk dijadikan varian aneka makanan, seperti memproduksi sale pisang dan keripik pisang.
Mereka pelaku UMKM produk pisang juga berbagai kualitas dan rasa, di antaranya rasa orsinil, pedas, asin hingga coklat.
Selain itu juga pisang dijadikan bahan baku campuran makanan untuk bolu, roti dan donat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!