Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MRT Jakarta Lebak Bulus–Kota Didorong Angkat Kearifan Lokal Glodok dan Kota Tua

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
MRT Jakarta Lebak Bulus–Kota Didorong Angkat Kearifan Lokal Glodok dan Kota Tua Doc: Antara
Ket. Diskusi sejarah Uncovering Glodok di Kota Tua yang diselenggarakan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Jakarta, Minggu (14/6).

Jakarta - Proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Kota diharapkan dapat mengangkat kearifan lokal Glodok dan Kota Tua, sehingga mampu memperkenalkan sejarah, budaya, dan komunitas lokal di kawasan tersebut.

"Diharapkan MRT ini tidak hanya sekadar transit buat turun naik penumpang, tetapi juga memperkenalkan kawasannya ini ada apa saja dan juga komunitas-komunitas lokalnya," kata Gregorius Jasson, kontributor komunitas Gang-gangan, dalam diskusi Uncovering Glodok di Kota Tua Jakarta, Minggu (14/6).

Menurut Jasson, MRT berpotensi menjadi media informasi publik yang menghubungkan penumpang dengan berbagai aktivitas budaya di sekitar kawasan stasiun. Informasi tersebut dapat berupa sejarah kawasan, agenda komunitas, hingga berbagai destinasi budaya yang dapat dikunjungi masyarakat.

Dia mencontohkan sejumlah kota di luar negeri, yang memanfaatkan ruang-ruang publik di stasiun dan kawasan transit sebagai sarana memperkenalkan identitas wilayah kepada pengunjung.

"Salah satunya Malaysia, mereka memberikan informasi sejarah pecinan, termasuk di setiap gang dan di MRT, mereka ada instalasi sejarah," ucap dia.

Jason mengatakan keberadaan informasi mengenai komunitas lokal juga dapat mendorong masyarakat untuk berinteraksi lebih dekat dengan kawasan yang dikunjungi, sehingga perjalanan menggunakan transportasi publik tidak sebatas berpindah tempat.

Sementara itu, pendiri Yayasan Kota Tua Jakarta Dodi Riadi Darwis mengatakan pengenalan budaya lokal dinilai penting mengingat kawasan Glodok dan Kota Tua memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Jakarta.

"Kawasan tersebut menyimpan beragam warisan budaya, mulai dari tradisi masyarakat China, kuliner khas, hingga bangunan bersejarah yang masih bertahan hingga saat ini," kata Dodi.

Dodi menyoroti kuliner di Kota Tua yang beragam dan menjadi ciri khas, mulai dari kopi es Tak Kie, kue keranjang hingga kue mangkok.

Dalam akhir diskusi tersebut, disimpulkan bahwa peningkatan akses transportasi menuju kawasan bersejarah perlu diiringi dengan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya.

Pengembangan MRT Jakarta menuju kawasan Kota, Glodok, dan Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi tujuan transit, tetapi juga ruang untuk mengenal kearifan lokal dan sejarah yang membentuk wajah Jakarta hingga saat ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenkes Minta  Masyarakat...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.