Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ancaman Kredit Macet Menguat, OJK Diminta Pasang Strategi Pencegahan

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ancaman Kredit Macet Menguat, OJK Diminta Pasang Strategi Pencegahan Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay.
Ket. Ilustrasi - Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta.

JAKARTA – Kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan sektor perbankan.

Peningkatan kredit bermasalah umumnya mencerminkan melemahnya kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran, yang dapat dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi, tekanan terhadap arus kas usaha, maupun penurunan daya beli masyarakat.

Jika tidak dikelola dengan baik, tingginya NPL berpotensi menekan profitabilitas bank, mengurangi kapasitas penyaluran kredit baru, dan berdampak pada stabilitas sistem keuangan.

Karena itu, penguatan manajemen risiko dan kualitas penyaluran kredit menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didorong untuk menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi peningkatan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.

Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/6), mengatakan berbagai faktor seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian global, tekanan terhadap daya beli masyarakat, serta fluktuasi di sejumlah sektor usaha dapat memengaruhi kemampuan sebagian debitur dalam memenuhi kewajiban kreditnya.

Karena itu, menurut dia, upaya mitigasi risiko perlu dilakukan sejak dini guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

"Peningkatan NPL harus diantisipasi dengan pendekatan yang tepat dan terukur. OJK bersama industri jasa keuangan perlu memastikan bahwa risiko kredit dapat dikelola secara efektif, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi sistem keuangan," ujar Elvi.

Ia menilai pengawasan terhadap kualitas kredit perlu menjadi fokus utama lembaga jasa keuangan. Perbankan dan perusahaan pembiayaan didorong untuk memperkuat pemantauan terhadap portofolio kredit, terutama pada sektor-sektor yang dinilai lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Selain pengawasan yang lebih ketat, Elvi juga menekankan pentingnya pemanfaatan kebijakan restrukturisasi kredit secara selektif dan tepat sasaran.

Dia berpendapat instrumen tersebut dapat membantu debitur yang menghadapi tekanan keuangan untuk tetap menjaga kelangsungan usaha maupun kondisi finansial mereka.

"Restrukturisasi perlu diberikan kepada debitur yang memiliki prospek pemulihan dan itikad baik untuk memenuhi kewajibannya. Pendekatan ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi debitur sekaligus lembaga keuangan," katanya.

Elvi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko kredit.

Ia mengusulkan penggunaan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis teknologi dan analisis data guna mendeteksi potensi gagal bayar lebih cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia

46 menit yang lalu | Diapari S

Nasional
 Pertamina Pastikan Stok Pe...

PLN Bangun Generasi Peduli Masa Depan

51 menit yang lalu | Diapari S

Megapolitan
PLN Bangun Generasi Peduli ...
Olahraga
Alwi Farhan Juarai Australi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.