Danantara Optimistis IHSG Menguat, Sebut Investor Percaya Fundamental Ekonomi RI
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 13:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal positif yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Penguatan pasar modal tersebut dinilai mencerminkan keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi nasional yang tetap kuat di tengah berbagai dinamika global dan sentimen pasar.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan investor pada akhirnya akan melihat kondisi fundamental perusahaan dan negara sebagai dasar utama dalam mengambil keputusan investasi. Menurutnya, kinerja sejumlah perusahaan nasional, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), turut menjadi faktor yang memperkuat optimisme pelaku pasar.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony usai kegiatan Flag Off BTN Jakarta International Marathon di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (14/6).
Dony menjelaskan bahwa pergerakan pasar dalam jangka pendek memang sering dipengaruhi berbagai isu maupun sentimen yang berkembang. Namun dalam jangka panjang, investor akan kembali mempertimbangkan kualitas fundamental ekonomi nasional dan performa masing-masing perusahaan sebagai faktor utama dalam menilai prospek investasi.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” kata Dony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, sejumlah perusahaan nasional, khususnya BUMN yang bergerak di sektor strategis seperti perbankan, pertambangan, dan infrastruktur, masih menunjukkan kinerja yang solid. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujarnya.
Terkait aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan sejumlah perusahaan BUMN, Dony menilai langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme bisnis yang lazim dilakukan. Menurutnya, buyback dapat menjadi pilihan ketika harga saham dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” jelasnya.
Optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. Ia menilai penguatan fundamental ekonomi perlu terus didukung oleh pergerakan sektor riil, terutama industri perumahan yang memiliki dampak berantai besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” tutur Nixon.
Nixon menegaskan BTN akan tetap menjaga momentum pertumbuhan melalui ekspansi kredit yang sehat, pengelolaan kualitas aset secara prudent, serta berbagai inovasi pembiayaan perumahan. Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat terus mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!