Indonesia Rajai Bisnis HRI ASEAN dengan Nilai 29 Miliar Dollar AS
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi karena ditopang oleh besarnya pasar domestik dan pemulihan aktivitas pariwisata.
Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan berupa perubahan pola konsumsi, kenaikan biaya operasional, serta persaingan yang semakin ketat.
Oleh karena itu, inovasi produk, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk menjaga daya saing sekaligus memperluas peluang pertumbuhan jangka panjang.
Pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) yang merupakan pasar food service terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) kembali hadir di Jakarta pada 2026 ini untuk memperkuat tren peningkatan konsumsi domestik dan perubahan gaya hidup masyarakat pada industri makanan, minuman dan hospitality Indonesia yang menembus angka 29 miliar dolar AS pada tahun 2024.
Dalam laporan Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025 mencatat nilai pasar Hotel, Restaurant, and Institutional (HRI) Indonesia telah menjadikannya pasar food service terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sekaligus melampaui capaian sebelum pandemi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 Meysia Stephanie dalam keterangan yang diterima, Kamis, mengatakan pameran ini bertujuan untuk mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis untuk beradaptasi pada tren pertumbuhan industri makanan dan minuman serta meningkatkan daya saing industri di tingkat global.
Ia mengatakan, pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi.
"FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global,” ujar Meysia.
Dalam laporan tersebut, pertumbuhan industri food service ditopang oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta berkembangnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital yang semakin memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas.
Di sisi lain, industri juga memasuki fase transformasi dengan meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas premium, penerapan kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas, serta persaingan yang semakin kompetitif di tingkat regional.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sebuah platform bisnis yang mampu mempertemukan pelaku industri, pemasok, distributor, hingga pengambil kebijakan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Meysia mengatakan prospek penyelenggaraan FHI 2026 turut didukung nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksikan mencapai 6,13 triliun dolar AS pada 2028, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,3 persen pada 2026.
Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030 seiring meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas.
Selain pameran dan memperkenalkan inovasi serta menciptakan peluang investasi dan kemitraan strategis, FHI 2026 juga memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi menuju ekosistem hospitality dan F&B yang lebih bertanggung jawab yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, mulai dari produk organik, solusi kemasan ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengurangan limbah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!