Inggris Gaet Jepang Kembangkan Tenaga Angin
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 16:23 WIB | Oleh: Deri HenriawanTOKYO - Jepang dan Inggris tengah mempertimbangkan pembentukan kerangka kerja baru untuk memperkuat kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.
Langkah tersebut muncul ketika energi terbarukan kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Sumber pemerintah Jepang, Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, diperkirakan akan bertukar memorandum kerja sama di bidang energi saat bertemu di London pada Minggu (14/6) mendatang.
Memorandum tersebut tidak hanya mencakup pengembangan energi angin lepas pantai, tetapi juga kerja sama terkait pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya serta teknologi fusi nuklir.
Kedua pemimpin juga tengah mempersiapkan pernyataan bersama mengenai keamanan ekonomi yang berfokus pada kerja sama energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataan itu, mereka diperkirakan akan menyampaikan kekhawatiran terhadap praktik tekanan ekonomi, termasuk pembatasan ekspor mineral kritis, yang diduga merujuk pada Tiongkok.
Pertemuan di London akan menjadi pertemuan puncak pertama antara Takaichi dan Starmer sejak keduanya bertemu di Tokyo pada Januari lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Inggris dan sejumlah negara Eropa terus mengembangkan proyek-proyek besar energi angin lepas pantai di kawasan Laut Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai negara yang miskin sumber daya energi, Jepang selama ini sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. Namun, meningkatnya ketegangan kawasan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada akhir Februari mendorong Tokyo untuk mempercepat diversifikasi sumber energinya.
Selain isu energi, Takaichi dan Starmer juga akan menyepakati penguatan kemitraan bilateral di bidang inovasi dan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Kedua negara juga akan menegaskan pentingnya membangun rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa agenda pembahasan juga mencakup proyek pengembangan jet tempur generasi baru yang melibatkan Jepang, Inggris, dan Italia. Selain itu, kedua negara akan membahas kerja sama industri pertahanan, keamanan siber, serta kegiatan intelijen.
Terkait situasi di Timur Tengah, kedua pemimpin diperkirakan membahas upaya menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang saat ini secara efektif tertutup akibat meningkatnya konflik.
Dalam pembahasan tersebut, kemungkinan akan muncul usulan Inggris mengenai pengiriman pasukan multinasional ke kawasan tersebut.
Selain bertemu Starmer, Takaichi dijadwalkan mengunjungi Italia pada Senin untuk bertemu Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!