Gubernur Pramono Sulap Lahan Eks BPSDM Kuningan Jadi Pusat Budaya dan Bisnis Modern
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 13:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan pengembangan aset eks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta di kawasan Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi Jakarta International Cultural Hub. Pengembangan kawasan tersebut akan dilakukan melalui skema kerja sama pemanfaatan (KSP) dengan pihak swasta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lahan seluas 24.375 meter persegi atau sekitar 2,4 hektare itu berada di kawasan strategis Segitiga Emas Jakarta. Lokasinya berada di antara Jalan H.R. Rasuna Said dan Jalan Casablanca yang dikelilingi kawasan bisnis, perkantoran, kedutaan besar, pusat perbelanjaan, hingga area hunian.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan aset tersebut merupakan salah satu aset premium milik Pemprov DKI Jakarta yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan terpadu bernilai ekonomi tinggi.
"Hari ini kami meninjau aset eks BPSDM DKI Jakarta di kawasan Kuningan yang memiliki luas sekitar 2,4 hektare. Ini merupakan aset premium karena berada di kawasan Segitiga Emas Jakarta," ujar Pramono, Kamis (11/6).
Menurutnya, selama ini aset tersebut belum dimanfaatkan secara optimal meskipun memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya memaksimalkan potensi kawasan melalui skema pembiayaan kreatif atau creative financing yang melibatkan sektor swasta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menegaskan seluruh kebutuhan investasi pembangunan akan ditanggung oleh mitra swasta sehingga tidak membebani keuangan daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan aset berjalan tanpa menggunakan dana APBD.
"Kami tidak akan menggunakan dana APBD untuk mengembangkan kawasan ini. Kami akan membuka kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun dan mengelolanya," tandas Pramono.
Berdasarkan perencanaan awal, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp1,53 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pembangunan diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun dan ditargetkan mulai pada awal 2027.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan eks BPSDM nantinya akan dikembangkan menjadi Jakarta International Cultural Hub yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan terpadu. Konsep yang disiapkan mencakup fasilitas budaya, hiburan, pertemuan dan pameran (meeting, incentive, convention, and exhibition atau MICE), hotel, serviced apartment, perkantoran, serta ruang publik.
"Saya akan segera memutuskan pemanfaatan kawasan ini untuk MICE, hotel, perkantoran, apartemen, fasilitas gaya hidup, dan tetap menyediakan kantor bagi BPSDM," ungkapnya.
Selain memiliki lokasi yang strategis, kawasan tersebut juga berbatasan langsung dengan Kali Cideng. Pemprov DKI Jakarta melihat potensi pengembangan kawasan tepi sungai (riverfront) guna menciptakan ruang kota yang lebih produktif, nyaman, dan tertata.
Pramono mengungkapkan minat investor terhadap proyek ini sudah mulai terlihat bahkan sebelum rencana pengembangan diumumkan secara luas. Sejumlah pihak telah menyampaikan ketertarikannya untuk ikut terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut.
"Begitu rencana ini mulai diketahui, sudah ada tujuh peminat yang menyampaikan ketertarikan untuk membangun kawasan ini," urainya.
Pemprov DKI Jakarta memastikan proses pemilihan mitra akan dilakukan secara terbuka, transparan, dan profesional. Untuk menjaga akuntabilitas, pemerintah daerah juga akan melibatkan pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan sejak tahap awal proses kerja sama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!