Spurs Hentikan Laju Kemenangan Knicks, Hidupkan Harapan di Final NBA
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 00:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK — Pemain bola basket asal Prancis Victor Wembanyama kembali menunjukkan bukti dirinya dianggap sebagai salah satu talenta paling istimewa dalam sejarah bola basket modern. Wembanyamau mencetak 32 poin untuk membawa San Antonio Spurs menundukkan New York Knicks 115-111 pada Gim 3 Final NBA, Selasa (9/6). Hasil laga tersebut menghentikan laju kemenangan beruntun Knicks yang telah mencapai 13 pertandingan.
Kemenangan di Madison Square Garden tersebut membuat Spurs memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dalam seri final yang menggunakan format best-of-seven. San Antonio kini kembali membuka peluang untuk merebut gelar juara NBA keenam dalam sejarah klub dan yang pertama sejak 2014.
Wembanyama tampil dominan di kedua sisi lapangan. Selain menyumbang 32 angka, pemain berusia 22 tahun itu juga membukukan delapan rebound, enam assist, tiga blok, dan dua steal dalam salah satu penampilan terbaiknya musim ini.
“Kami melakukan apa yang memang harus kami lakukan, tetapi pekerjaan ini sama sekali belum selesai,” ujar Wembanyama seusai pertandingan. “Kami bahkan belum sampai separuh jalan. Bagian tersulit masih menanti.”
Spurs datang ke New York dengan tekanan besar setelah kalah dalam dua laga pertama. Mereka juga menyadari tidak ada tim dalam sejarah playoff NBA yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-3. Kesadaran itulah yang membuat skuad asuhan Gregg Popovich tampil lebih disiplin dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Lebih sedikit kesalahan, lebih banyak kontrol,” kata Wembanyama. “Hal-hal kecil membuat perbedaan. Kami bermain lebih serius, melakukan lebih sedikit turnover, dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.”
Kontribusi penting juga datang dari Stephon Castle yang menorehkan 23 poin, sementara Dylan Harper menyumbang 13 angka dari bangku cadangan. Wembanyama secara khusus memuji Castle yang dinilainya memiliki ketenangan luar biasa di bawah tekanan final. “Sulit menggambarkan dengan kata-kata seberapa berharganya dia bagi tim ini,” ujarnya.
Di kubu Knicks, Jalen Brunson berusaha menjaga asa tuan rumah dengan mencetak 32 poin. OG Anunoby menambahkan 28 poin, namun performa tim secara keseluruhan kurang efisien. New York hanya memasukkan 40 dari 88 percobaan tembakan dan mencatat akurasi tripoin 13 dari 37 percobaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Wembanyama, peningkatan komunikasi menjadi kunci keberhasilan pertahanan Spurs meredam agresivitas Knicks.
“Komunikasi kami jauh lebih baik. Kami bisa membaca permainan lebih cepat dan bergerak lebih awal,” katanya.
Kekalahan ini menghentikan rentetan 13 kemenangan Knicks di playoff, hanya terpaut dua laga dari rekor NBA, 15 kemenangan beruntun yang dicatat Golden State Warriors saat menjuarai liga pada tahun 2017.
Atmosfer Madison Square Garden terasa sangat istimewa karena menjadi pertandingan Final NBA pertama yang digelar di arena legendaris tersebut sejak 1999. Puluhan ribu suporter menciptakan suasana riuh sepanjang laga.
Sorotan lain muncul ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hadir langsung menyaksikan pertandingan. Trump menjadi presiden aktif pertama yang menghadiri laga Final NBA. Namun, kemunculannya di layar raksasa arena justru disambut sorakan dan cemoohan dari sebagian penonton.
Kehadiran Trump juga membuat pengamanan diperketat. Penonton diminta datang dua jam sebelum pertandingan dimulai, sementara acara nonton bareng yang semula direncanakan di luar arena dibatalkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!