Industri Kulit DIY Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 17:20 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA - Pelaku industri kulit di Daerah Istimewa Yogyakarta didorong untuk memperkuat pemasaran digital dan membangun kolaborasi yang lebih luas guna meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional. Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan Temu Kemitraan dan Gelar Produk Kulit bertajuk “Gebyar Kulit Jogja: Menembus Batas, Merajut Kemitraan” yang berlangsung di Ndalem Kulit Jogja, Selasa (9/6).
Acara tersebut dihadiri Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, serta Wakil Ketua ASITA Bidang Produk dan Pemasaran Fachri Herkusuma.
Sebanyak 52 perajin menampilkan beragam produk berbahan kulit sapi, mulai dari sandal, tas, sepatu, jaket hingga aksesori. Produk yang dipamerkan dipasarkan dengan rentang harga mulai Rp20.000 hingga jutaan rupiah.
Dalam sambutannya, GKR Bendara menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pemasaran digital. Menurutnya, pemanfaatan media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk kulit asli.
“Pengrajin harus melek digital dan promosi online. Saat ini media sosial menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kualitas dan proses pembuatan produk kulit asli,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai industri kulit DIY memiliki prospek yang menjanjikan, terutama di tengah tingginya nilai tukar dolar yang membuat produk lokal semakin kompetitif bagi wisatawan mancanegara. Wisatawan asal Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok disebut menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap produk kerajinan berkualitas dari Yogyakarta.
“Ini momentum yang baik bagi para pelaku usaha kulit untuk memperluas pasar. Produk kulit Jogja memiliki kualitas yang tidak kalah unggul, tinggal bagaimana strategi pemasarannya diperkuat,” ujarnya.
GKR Bendara juga mengajak komunitas perajin untuk lebih aktif menghadirkan konten edukatif secara kolektif di media sosial guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk kulit lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bayangkan jika 52 pelaku usaha secara rutin mengunggah konten edukasi bersama. Dampaknya akan sangat besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap produk kulit Jogja,” ungkapnya.
Selain penguatan promosi, ia mengingatkan pentingnya menjaga mutu produk dan pelayanan kepada konsumen. Keunggulan produk, menurutnya, perlu dibangun melalui desain yang menarik, personalisasi, serta kualitas pengerjaan yang baik, bukan hanya melalui persaingan harga.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi kualitas produk yang ditampilkan para pelaku UMKM binaan Ndalem Kulit Jogja. Ia bahkan menyaksikan langsung proses pembuatan tempat kacamata dari kulit dan membeli sepatu kulit yang dipamerkan.
"Saya melihat langsung kualitas produknya sangat baik dan kompetitif. Bahkan saya membeli sepatu kulit asli dan langsung memakainya. Kualitasnya sudah sangat bagus dan mampu bersaing dengan produk dari luar,” katanya.
Wawan menilai industri kulit di Kota Yogyakarta memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila didukung ekosistem yang kuat dan kolaboratif.
“Kita ingin membangun ekosistem industri kulit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, komunitas, dan pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang kuat, industri kulit Yogyakarta dapat berkembang lebih maju dan mampu menembus pasar global,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!