AI Pangkas 115 Ribu Pekerjaan di AS, Trump Dorong Kepemilikan Saham Negara di Industri AI
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMeski demikian, kepemilikan saham pemerintah di perusahaan AI tidak akan menghentikan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi.
Tujuan utamanya adalah memberikan manfaat finansial kepada masyarakat dari keuntungan industri AI, yang dapat digunakan untuk program pelatihan ulang pekerja atau membantu mereka yang kehilangan pekerjaan.
"Jika rakyat Amerika dapat menikmati manfaat dari keberhasilan AI, mereka akan lebih menyukainya," kata Trump kepada wartawan pada 5 Juni lalu.
Namun, mantan penasihat AI Gedung Putih David Sacks mengingatkan adanya potensi konflik kepentingan apabila pemerintah menjadi regulator sekaligus investor di industri yang sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berpotensi jadi isu politik utama
Dampak politik dari AI juga mulai terlihat. Studi terbaru dari lembaga pemikir Brookings Institution menemukan bahwa wilayah-wilayah AS yang paling rentan terhadap otomatisasi AI justru menunjukkan tingkat kecemasan politik yang lebih tinggi.
Sebanyak 62 dari 100 daerah dengan paparan AI tertinggi diketahui merupakan wilayah yang pada Pemilu 2024 memilih Partai Demokrat.
Negara bagian seperti Massachusetts, New York, California, serta Washington DC yang memiliki konsentrasi tinggi pekerja teknologi juga cenderung menjadi basis pemilih Demokrat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Brookings memperingatkan bahwa kecemasan akibat potensi kehilangan pekerjaan dapat mengubah peta politik Amerika.
Pemilu sela AS 2026 diperkirakan menjadi ujian politik pertama terkait dampak AI terhadap lapangan kerja. Pada Pemilu Presiden 2028, isu AI bahkan berpotensi menjadi tema politik sebesar perdagangan global, globalisasi, atau pandemi COVID-19.
Partai yang lebih dahulu menawarkan solusi yang meyakinkan terhadap dampak AI diperkirakan akan memperoleh keuntungan politik dari jutaan pemilih yang telah kehilangan pekerjaan maupun yang khawatir akan mengalami nasib serupa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!