AI Pangkas 115 Ribu Pekerjaan di AS, Trump Dorong Kepemilikan Saham Negara di Industri AI
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMereka menilai pekerjaan yang melibatkan perawatan manusia tidak seharusnya digantikan oleh otomatisasi.
Penolakan publik terhadap industri AI juga mulai muncul di sejumlah wilayah.
Di Philadelphia dan berbagai kota lain, warga memasang spanduk penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center), infrastruktur utama yang menopang operasional AI.
Pusat data dinilai menimbulkan kebisingan, membebani pasokan listrik dan air, serta menyebabkan kenaikan biaya utilitas. Di beberapa wilayah, biaya utilitas disebut meningkat hingga 267 persen dalam lima tahun terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivis lingkungan Erin Brockovich mengaku telah menerima hampir 4.000 keluhan terkait pusat data di berbagai daerah di AS.
Ia menegaskan tidak menolak keberadaan pusat data, tetapi meminta transparansi dan praktik operasional yang lebih berkelanjutan.
Usulan dana kekayaan AI nasional
Di Kongres AS, sejumlah politikus mulai mengusulkan langkah yang lebih agresif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senator dari Vermont, Bernie Sanders, mengajukan rancangan American AI Sovereign Wealth Fund Act, yang mengusulkan pajak satu kali sebesar 50 persen atas saham perusahaan AI dalam bentuk kepemilikan saham.
Saham tersebut nantinya dimasukkan ke dana publik yang memungkinkan warga Amerika memperoleh hak suara, perwakilan di dewan perusahaan, dan dividen di masa depan.
Menurut Sanders, karena AI dibangun dari pengetahuan kolektif umat manusia, maka keuntungan yang dihasilkan teknologi tersebut juga harus dinikmati masyarakat luas.
Gagasan ini memang kontroversial karena dianggap sebagai bentuk pengalihan paksa kepemilikan dari sektor swasta kepada negara.
Namun sejumlah tokoh industri AI, termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan pendiri xAI Elon Musk, pernah mengemukakan gagasan serupa dalam berbagai bentuk.
Trump sendiri dikabarkan cukup terbuka terhadap ide tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!