Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

20.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa Besar di Filipina

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 15:30 WIB | Oleh:
20.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa Besar di Filipina Doc: YouTube/BMKG

MINDANAO — Tim penyelamat masih terus mencari korban yang kemungkinan terjebak di bangunan-bangunan runtuh. Pencarian dilakukan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6).

Operasi pencarian difokuskan di Kota General Santos dan wilayah sekitarnya, yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah. Hingga Selasa, 9 Juni 2026, jumlah korban meninggal mencapai 37 orang, sementara hampir 500 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sekitar 20.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka dan sebagian besar kini berlindung di tempat penampungan darurat. Kantor Pertahanan Sipil Filipina mencatat masih ada empat orang yang dinyatakan hilang, dilansir dari Deutshce Welle.

Sementara itu, sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat masih diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah mengerahkan pejabat tinggi dari Manila ke Mindanao untuk mengawasi operasi pencarian dan penyelamatan.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan makanan serta bahan bangunan bagi warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga melakukan penilaian terhadap kerusakan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami yang membuat banyak warga pesisir meninggalkan rumah mereka. Namun, gelombang yang mencapai pantai hanya setinggi sekitar 1,4 meter.

Gelombang kecil juga terdeteksi di Indonesia, Palau, dan Jepang bagian selatan. Pusat gempa berada di lepas pantai selatan Mindanao, dekat Kota General Santos, menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal.

Sementara itu, longsor di Kota Glan menimbun beberapa rumah dan menjadi penyebab utama korban jiwa di Provinsi Sarangani. Pemerintah juga melaporkan adanya korban tewas di South Cotabato, Davao Occidental, dan Pulau Balut.

Penilaian awal menunjukkan sekitar 2.000 rumah serta 117 gedung dan fasilitas pemerintah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Dampak gempa juga dirasakan pada sektor transportasi dan pendidikan.

Bandara Internasional General Santos masih ditutup untuk penerbangan regular. Sekitar 6.000 gedung sekolah negeri harus diperiksa terlebih dahulu sebelum kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.