Pemkab Bekasi Buka Ruang Kolaborasi bagi Aktivis Mahasiswa untuk Terlibat dalam Pembangunan Daerah.
📅 Senin, 08 Jun 2026, 04:45 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para aktivis mahasiswa sebagai agen perubahan untuk berkontribusi nyata dan terlibat aktif dalam pembangunan daerah dengan kapasitas intelektual yang dimiliki.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi Asep Buchori meyakini kalangan mahasiswa merupakan sosok agen perubahan yang memiliki energi, idealisme maupun kapasitas untuk mendorong kemajuan daerah.
"Generasi muda tidak hanya dituntut kritis dalam berpikir dan berdiskusi tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," ujarnya di Cikarang, Minggu.
Asep di hadapan puluhan peserta Konfercab VII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi menyatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing ekonomi, memperluas kesempatan kerja serta mendorong inovasi di berbagai sektor.
"Dalam proses tersebut kami membutuhkan gagasan segar, pemikiran konstruktif, dan partisipasi aktif dari generasi muda, termasuk kader PMII," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
PMII sebagai organisasi kader yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan pemimpin daerah memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga kehidupan demokrasi maupun menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, inklusif dan berkelanjutan.
Dirinya berpesan kepada seluruh peserta konferensi agar menjadikan forum tersebut sebagai sarana musyawarah demokratis dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan mengedepankan kepentingan organisasi serta kemaslahatan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
"Semoga Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi menghasilkan kepemimpinan berkualitas, program kerja responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas menekankan mahasiswa agar tetap menjaga peran sebagai kelompok intelektual yang hadir untuk mengawal nilai-nilai universal, keadilan sosial dan integritas kebangsaan.
Di tengah dinamika pembangunan saat ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga harus aktif memberikan masukan konstruktif, gagasan serta solusi yang dapat mendukung kemajuan Kabupaten Bekasi.
"Ruang diskursus harus tetap hidup. Yang membedakan mahasiswa dengan kelompok lain adalah setiap aksi yang dilakukan memiliki landasan kajian dan argumentasi kuat. Aksi yang dilakukan harus memiliki bobot dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ade Sukron mendorong kader PMII untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan DPRD dalam rangka mengawal pembangunan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dia berharap Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan organisasi tetapi juga melahirkan program-program strategis yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
"Dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah menjaga maruah organisasi dan memastikan konferensi menghasilkan kepemimpinan yang kuat serta program yang bermanfaat bagi masyarakat," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!