Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Tangerang Keluhkan Polusi Asap Pabrik Peleburan Timah

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 16:12 WIB | Oleh:
Warga Tangerang Keluhkan Polusi Asap Pabrik Peleburan Timah Doc: ANTARA/Azmi Samsul M.
Ket. Terpantau cerobong udara milik perusahaan NFU yang diduga mencemari udara dari hasil produkai peleburan timah di Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG --  Sejumlah warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan kualitas udara buruk di lingkungannya atas dampak polusi asap dari perusahaan pengelola limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berupa peleburan timah milik perusahaan NFU.

Keresahan yang dirasakan warga, atas dampak pencemaran udara tersebut terjadi setiap hari dari aktivitas pabrik selama 24 jam. Dimana, warga setempat kerap merasakan pusing, mual hingga sesak napas akibat pulusi yang mengeluarkan bau belerang hasil peleburan timah.

"Baunya seperti belerang, bikin pusing, banyak yang kena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), banyak anak-anak juga jadi sakit," ucap Ahmad (40) salah satu warga Desa Kadu di Tangerang, Minggu.

Ia mengungkapkan, selain mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara itu juga mengeluarkan sumber bau dan mencemari air dengan mengandung bau logam diduga akibat proses pembuangan limbah peleburan timah.

"Air warga juga pada jadi bau besi akibat pabrik ini," ucap dia.

Dia menyebut, bila kondisi ini pencemaran udara ini telah berlangsung selama 23 tahun. Pasalnya, selama ia menjadi warga Desa Kadu pada 2003, perusahaan tersebut sudah beraktivitas khusus dalam mendaur ulang baterai bekas dan aki, untuk diproses kembali menjadi bahan baku yang disuplai ke berbagai pabrik aki dan kabel di Indonesia.

Selama itu, lanjut dia, warga setempat yang meliputi tiga rukun warga (RW) yakni 01, 02, dan 03 telah merasakan keresahan atas pencemaran udara pabrik itu yang dapat tercium dari jarak 1,6 hingga 5 kilometer (KM).

"Radiusnya paling jauh 5 kilometer (KM)dari pemukiman, dan 5 KM aja masih kena kalau angin sedang kencang," tuturnya.

Kendati demikian, dengan terjadinya dampak yang besar terhadap lingkungan ini, maka pihaknya berharap agar pemerintah daerah khususnya Pemkab Tangerang untuk bisa dilakukan penindakan dan pemeriksaan sebagai langkah tegas.

"Dilaporkan sudah, tapi tidak tau ceritanya sampai sekarang belum ada tindakan. Kami cuman berharap bisa diproses oleh pemerintah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.