Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Salurkan Pangan Murah di Daerah Pesisir

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pasaman Barat Salurkan Pangan Murah di Daerah Pesisir Doc: ANTARA
Ket. Pemkab Pasaman Barat saat mengadakan gerakan pangan murah di daerah pesisir Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan bagi masyarakat, Sabtu (1/11/2025).

SIMPANG EMPAT – Pemkab Pasaman Barat, Sumatera Barat bersama Bank Indonesia, Bank Nagari dan Bulog menyalurkan sejumlah komoditi pangan kepada masyarakat pesisir di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia melalui gerakan pangan murah, Sabtu (01/11).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, di Simpang Empat, Sabtu (01/11), menyebutkan gerakan pangan murah ini merupakan salah satu langkah nyata menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dan menekan inflasi.

Dia menyebutkan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Pasaman Barat mengalami kenaikan inflasi di bulan September 2025 yang mencapai 6,38 persen.

Kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh lonjakan harga komoditas pangan terutama cabai merah, bawang merah, dan beras. 

Untuk itu, katanya, pada kegiatan gerakan pangan murah ini menyediakan berbagai komoditi pangan, seperti cabai merah, bawang merah, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.

Adapun komoditas pangan yang disediakan adalah beras SPHP sebanyak 2 ton dengan harga Rp63.000 per karung isi 5 kilogram, bawang merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp24.000 per kilogram, cabai merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp60.000 per kilogram.

"Gelar pangan murah ini cukup mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat," katanya.

Pihaknya akan terus melakukan gelar pangan murah dengan menjual pangan di bawah harga pasar sehingga bisa meringankan beban masyarakat.

"Gelar pangan murah ini tidak hanya di wilayah pesisir saja, tetapi juga ada di kecamatan lainnya kedepannya. Kita ingin masyarakat bisa memperoleh harga pangan murah," sebutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Harus Mema...

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dikirim ke Jakarta

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.