Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akuisisi yang Tertunda Selama Setengah Abad

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 06:49 WIB | Oleh:
Akuisisi yang Tertunda Selama Setengah Abad Doc: AFP/NASA
Ket. St. Thomas, St. John, Tortola, dan Virgin Gorda adalah empat pulau utama (dari depan ke belakang) dalam pemandangan Kepulauan Virgin AS dan Kepulauan Virgin Inggris yang menghadap ke timur, di sepanjang perimeter timur laut Laut Karibia.

DIMULAI pada tahun 1867, Amerika Serikat melakukan sejumlah upaya untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Karibia dengan mengakuisisi Hindia Barat Denmark (The Danish West Indies). Namun, akibat berbagai kesulitan politik dalam menyelesaikan dan meratifikasi perjanjian yang mengatur pertukaran ini, gugusan pulau tersebut belum menjadi bagian dari Amerika Serikat pada masa itu.

Transfer kepemilikan baru terjadi secara resmi dari Denmark ke Amerika Serikat pada 31 Maret 1917. Setelah pergantian kepemilikan tersebut, Pemerintah AS mengubah nama pulau-pulau itu menjadi Kepulauan Virgin Amerika Serikat (United States Virgin Islands).

Hindia Barat Denmark sebelumnya dikuasai oleh beberapa kekuatan Eropa sebelum akhirnya berada di bawah kendali Denmark pada akhir abad ke-17. Wilayah ini diperluas lebih lanjut dengan pembelian pulau St. Croix dari Prancis pada tahun 1733, sementara pemberontakan pada tahun 1848 memicu penghapusan perbudakan di koloni tersebut.

Namun, setelah dekade 1830-an, pulau-pulau ini memasuki periode penurunan ekonomi. Dampaknya, pemerintah Denmark mendapati bahwa koloni Hindia Barat semakin mahal dan tidak efisien untuk dikelola.

Pada tahun 1867, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat William Henry Seward berupaya memperoleh Hindia Barat Denmark sebagai bagian dari rencananya untuk melakukan ekspansi teritorial secara damai. Seward berhasil menegosiasikan perjanjian yang diratifikasi oleh parlemen Denmark dan disetujui melalui plebisit lokal dengan hak pilih yang terbatas.

Perjanjian tersebut juga memungkinkan penduduk pulau untuk memilih tetap menjadi warga negara Denmark atau beralih menjadi warga negara Amerika Serikat. Namun, Senat AS—yang marah atas dukungan Seward terhadap Presiden Andrew Johnson selama proses pemakzulan—menolak meratifikasi perjanjian tersebut.

John Hay, Menteri Luar Negeri AS dari tahun 1898 hingga 1905, juga menunjukkan minat untuk memperoleh Hindia Barat Denmark sebagai bagian dari rencana yang lebih luas guna memperluas pengaruh Amerika dan mengamankan jalur Terusan Panama di masa depan.

Pada tahun 1900, pemerintah Amerika Serikat dan Denmark kembali menyusun sebuah perjanjian, yang diratifikasi oleh Senat AS pada tahun 1902. Namun, majelis tinggi parlemen Denmark gagal meratifikasi perjanjian tersebut akibat kebuntuan dalam pemungutan suara yang berakhir seri.

Perjanjian tahun 1902 itu tidak memuat ketentuan plebisit, serta tidak memberikan kewarganegaraan AS kepada penduduk pulau. Akibatnya, rencana pembelian Hindia Barat Denmark oleh Amerika Serikat kembali tertunda.

Senat Amerika Serikat meratifikasi perjanjian tersebut pada 6 September, dan Presiden Woodrow Wilson menandatanganinya pada 16 Januari 1917. Transfer resmi pulau-pulau itu berlangsung pada 31 Maret 1917, bersamaan dengan pembayaran Amerika Serikat kepada Denmark sebesar 25 juta dolar AS dalam bentuk koin emas. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.