Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerakan Pemuda 'Kecoa' yang Viral di India Gelar Aksi Protes di Jalanan New Delhi

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 10:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerakan Pemuda 'Kecoa' yang Viral di India Gelar Aksi Protes di Jalanan New Delhi Doc: AP
Ket. Abhijeet Dipke, pendiri Partai Janta Kecoa, berpidato di hadapan para pendukungnya saat aksi demonstrasi di New Delhi, India, Sabtu, 6 Juni 2026, sambil memegang plakat berbahasa Hindi yang menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan

NEW DELHI - Ratusan pendukung Partai Janta Kecoa atau Cockroach Janta Party (CJP) yang viral berkumpul di ibu kota negara India pada hari Sabtu (6/6), membawa gerakan pemuda terbesar di negara itu untuk pertama kalinya, dari layer online ke jalanan.

Abhijeet Dipke, pendiri gerakan online tersebut, tiba di New Delhi dari Amerika Serikat pada hari Sabtu untuk berpartisipasi dalam aksi protes. Polisi memasang barikade baja di area kedatangan bandara internasional New Delhi.

Aksi protes di Jantar Mantar di pusat New Delhi pada hari Sabtu merupakan ujian awal apakah gerakan tersebut dapat menyalurkan popularitas daringnya menjadi dukungan akar rumput yang lebih luas seputar meningkatnya frustrasi di kalangan anak muda India terkait pendidikan, pekerjaan, dan prospek ekonomi.

Saat petugas polisi dengan perlengkapan anti huru hara mengawasi, ratusan demonstran—banyak yang membawa topeng kecoa kertas dan pamflet—menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan. Tuntutan tersebut muncul dari kontrovesri kekacauan ujian pada bulan Mei, termasuk kebocoran soal ujian dan gangguan teknis.

"Kami menginginkan pertanggungjawaban dari pemerintah," kata Utkarsh Raj, seorang calon mahasiswa kedokteran.

"Bagaimana mungkin soal ujian bisa bocor di negara ini? Bagaimana ini bisa benar?" tambah Raj, 16 tahun.

Sebelum demonstrasi dimulai, juru bicara CJP Ashutosh Ranka menggambarkan protes tersebut sebagai "gerakan damai untuk kaum muda bangsa".

Dipke, 30 tahun, yang telah tinggal di AS selama dua tahun terakhir, mengatakan bahwa keluarga dan teman-temannya khawatir dia bisa ditangkap saat kembali ke India.

Partai Janta Kecoa

CJP, yang telah mengumpulkan sekitar 22 juta pengikut Instagram sejak diluncurkan pada pertengahan Mei, adalah ekspresi daring terbesar dari perbedaan pendapat terhadap pemerintahan nasionalis Hindu Modi yang telah berlangsung selama 12 tahun, yang dipicu oleh tingginya angka pengangguran kaum muda dan kebocoran soal ujian yang berulang yang mengancam karier jutaan siswa.

Pemerintah Modi telah memblokir akun X gerakan tersebut, sebuah langkah yang ditentang oleh Ketua Mahkamah Agung di pengadilan Delhi. Menteri kabinet senior Kiren Rijiju menuduh kelompok tersebut mencari pengikut dari musuh bebuyutan Pakistan dan "geng anti-India".

Gerakan CJP muncul setelah Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, menyamakan para kritikus dan beberapa pemuda pengangguran dengan kecoa selama sidang bulan Mei, yang memicu reaksi keras di kalangan anak muda India yang frustrasi.

Meskipun Kant kemudian mengatakan bahwa komentarnya telah disalahartikan, Dipke, seorang ahli strategi komunikasi politik dan mahasiswa Universitas Boston, menggunakan penghinaan tersebut sebagai inspirasi untuk sebuah partai politik parodi.

Partai tersebut telah mengubah kecoa menjadi simbol ketahanan dan artikulasi politik yang jenaka. Video dan meme yang mengejek pengangguran, korupsi, dan disfungsi politik telah menarik jutaan penonton secara online.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Sulawesi Utara, Daerah Tutu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.