Israel Deportasi Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:02 WIB | Oleh: Ilham SudrajatYERUSALEM – Ratusan aktivis yang ditangkap Israel dari armada kapal Global Sumud yang menuju Gaza dilaporkan sedang menunggu deportasi pada Kamis (21/5), sementara kecaman global meningkat atas perlakuan terhadap mereka dalam tahanan.
Lebih dari 430 aktivis dari berbagai negara di seluruh dunia ditahan di Israel setelah mereka ditangkap di laut saat melakukan upaya terbaru dalam serangkaian upaya untuk menerobos blokade wilayah Palestina.
Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan jauh, Itamar Ben Gvir, memicu kecaman pada Rabu (20/5) setelah mengunggah video yang menunjukkan para aktivis yang ditahan dengan tangan terikat dan dahi menempel di tanah.
Dengan keterangan "Selamat Datang di Israel", rekaman tersebut menunjukkan Ben Gvir mencemooh dan mengibarkan bendera Israel di antara para aktivis yang ditahan.
Dalam reaksi diplomatik terbaru, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mengatakan bahwa ia telah meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada Ben Gvir atas tindakan yang tidak dapat diterima yang dilakukan terhadap armada tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inggris mengumumkan telah memanggil diplomat senior Israel di Inggris menyusul viralnya video yang provokatif tersebut.
Pada Kamis, pusat hukum yang mewakili para aktivis mengatakan bahwa anggota armada tersebut sedang dalam perjalanan untuk dideportasi dari Bandara Ramon di wilayah paling selatan Israel.
"Sebagian besar peserta sedang dipindahkan ke Bandara Ramon untuk diterbangkan keluar negeri," kata Adalah dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa para aktivis tersebut telah ditahan di penjara Ktziot Israel, di Gurun Negev dekat Gaza.Adalah merupakan kelompok hak asasi manusia Israel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Turki mengatakan pihaknya mengirimkan pesawat ke Israel untuk membawa warga negara mereka dan peserta dari negara ketiga ke Turki melalui penerbangan charter khusus yang akan mereka atur hari ini.
Sumber dari Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa tiga penerbangan carter dengan kapasitas lebih dari 400 penumpang sedang dikirim ke bandara Ramon.
Sekitar 50 kapal di bawah naungan Global Sumud Flotilla berlayar dari Turki pekan lalu dalam upaya terbaru para aktivis untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza, setelah pasukan Israel mencegat konvoi sebelumnya bulan lalu.
Israel mengendalikan semua titik masuk ke Gaza, yang diblokade sejak tahun 2007. Sejak dimulainya perang Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, wilayah tersebut telah mengalami kekurangan pangan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya yang parah, dengan Israel terkadang menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya.
Armada sebelumnya dicegat bulan lalu di perairan internasional di lepas pantai Yunani, dan sebagian besar aktivis diusir ke Eropa. Dua orang diantaranya dibawa ke Israel, ditahan selama beberapa hari, lalu dideportasi. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!