Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bau Belerang 24 Jam, Warga Kadu Tangerang Tersiksa Polusi Pabrik

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bau Belerang 24 Jam, Warga Kadu Tangerang Tersiksa Polusi Pabrik Doc: Antara
Ket. Terpantau cerobong udara milik perusahaan NFU yang diduga mencemari udara dari hasil produkai peleburan timah di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kabupaten Tangerang - Sejumlah warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan kualitas udara buruk di lingkungannya atas dampak polusi asap dari perusahaan pengelola limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berupa peleburan timah milik perusahaan NFU.

Keresahan yang dirasakan warga, atas dampak pencemaran udara tersebut terjadi setiap hari dari aktivitas pabrik selama 24 jam. Dimana, warga setempat kerap merasakan pusing, mual hingga sesak napas akibat pulusi yang mengeluarkan bau belerang hasil peleburan timah.

"Baunya seperti belerang, bikin pusing, banyak yang kena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), banyak anak-anak juga jadi sakit," ucap Ahmad (40) salah satu warga Desa Kadu di Tangerang, Minggu (7/6).

Ia mengungkapkan, selain mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara itu juga mengeluarkan sumber bau dan mencemari air dengan mengandung bau logam diduga akibat proses pembuangan limbah peleburan timah.

"Air warga juga pada jadi bau besi akibat pabrik ini," ucap dia.

Dia menyebut, bila kondisi ini pencemaran udara ini telah berlangsung selama 23 tahun. Pasalnya, selama ia menjadi warga Desa Kadu pada 2003, perusahaan tersebut sudah beraktivitas khusus dalam mendaur ulang baterai bekas dan aki, untuk diproses kembali menjadi bahan baku yang disuplai ke berbagai pabrik aki dan kabel di Indonesia.

Selama itu, lanjut dia, warga setempat yang meliputi tiga rukun warga (RW) yakni 01, 02, dan 03 telah merasakan keresahan atas pencemaran udara pabrik itu yang dapat tercium dari jarak 1,6 hingga 5 kilometer (KM).

"Radiusnya paling jauh 5 kilometer (KM) dari pemukiman, dan 5 KM aja masih kena kalau angin sedang kencang," tuturnya.

Kendati demikian, dengan terjadinya dampak yang besar terhadap lingkungan ini, maka pihaknya berharap agar pemerintah daerah (Pemda) khususnya Pemkab Tangerang untuk bisa dilakukan penindakan dan pemeriksaan sebagai langkah tegas.

"Dilaporkan sudah, tapi tidak tau ceritanya sampai sekarang belum ada tindakan. Kami cuman berharap bisa diproses oleh pemerintah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.