Mau Liburan Keluarga? Pastikan Dana Darurat dan Biaya Sekolah Sudah Aman
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 15:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Perencana keuangan Aliyah Natasya mengemukakan pentingnya mengevaluasi kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh sebelum memutuskan dan merencanakan liburan bersama keluarga pada masa libur sekolah.
Pendiri DNA Finance Indonesia itu mengatakan bahwa perencanaan liburan bersama keluarga sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi finansial keluarga.
"Liburan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan dalam perencanaan keuangan keluarga, yang menjadi masalah bukan liburannya, tapi caranya," kata Aliyah.
Dia menyarankan keluarga untuk menilai kesehatan kondisi finansial sebelum memutuskan dan menyusun rencana liburan.
Penilaian kondisi finansial keluarga bisa dilakukan dengan mengecek indikator seperti ketersediaan dana darurat dan pemenuhan kewajiban pembayaran biaya rutin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Aliyah, keluarga sebaiknya memastikan dana darurat yang dapat digunakan untuk memenuhi minimal tiga hingga enam bulan pengeluaran rumah tangga tetap tersedia dan tidak digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk biaya liburan.
"Dana darurat 100 persen utuh. Sebelum memesan tiket pesawat, pastikan dana darurat minimal setara tiga sampai enam bulan pengeluaran rumah tangga tidak tersentuh," katanya.
Selain itu, ia melanjutkan, keluarga perlu memastikan biaya pendidikan anak, termasuk biaya daftar ulang serta pembelian seragam buku-buku, sudah dibayar seluruhnya sebelum mengalokasikan dana untuk rekreasi bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bukan hampir lunas, bukan sudah sebagian, biaya daftar ulang, seragam baru, dan buku semester berikutnya harus sudah terbayar penuh sebelum anggaran liburan disentuh," katanya.
Aliyah menyarankan keluarga menyiapkan dana liburan yang terpisah dari anggaran kebutuhan rumah tangga rutin.
Menurut dia, keluarga yang sehat secara finansial umumnya telah menyiapkan alokasi dana untuk rekreasi sejak jauh hari. Dana untuk rekreasi bersama keluarga biasanya dikumpulkan secara bertahap dan ditempatkan di pos khusus.
Aliyah tidak menyarankan keluarga menggunakan layanan peminjaman uang daring atau kartu kredit untuk membiayai kegiatan liburan bersama keluarga.
"Jika sumber dana liburan berasal dari pinjaman online, cicilan paylater, atau kartu kredit yang tidak bisa dilunasi dalam satu billing cycle, itu bukan liburan. Itu adalah utang yang dirayakan," ujar Aliyah.
Dia juga meminta keluarga memperhatikan rasio utang dengan pendapatan. Kalau nilai cicilan utang bulanan telah melebihi 35 persen dari penghasilan, maka ruang keuangan untuk pengeluaran tambahan menjadi semakin terbatas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!