Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Peternakan Bersiap Naik Kelas, Kementan Percepat Hilirisasi di Era Swasembada

📅 Senin, 21 Sep 2026, 02:14 WIB | Oleh:
Sektor Peternakan Bersiap Naik Kelas, Kementan Percepat Hilirisasi di Era Swasembada Doc: Antara foto/HO Kementan
Ket. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun berbicara dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di Tangerang, Banten.

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat hilirisasi peternakan seiring pencapaian swasembada daging ayam ras dan telur ayam ras sebagai momentum meningkatkan produktivitas, nilai tambah, investasi, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun mengatakan capaian produksi peternakan nasional menjadi fondasi penting untuk memperkuat pembangunan sektor peternakan ke tahap berikutnya.

"Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam dan telur ayam, sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan peternak," kata Makmun terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia menegaskan hal itu dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di Tangerang, Banten, yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 dengan tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Makmun menyampaikan swasembada menjadi titik awal peningkatan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan perluasan pasar agar manfaat pembangunan peternakan dirasakan peternak serta masyarakat.

“Swasembada bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk naik kelas. Kita harus terus meningkatkan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia menegaskan hal itu penting dilakukan agar manfaat pembangunan peternakan semakin dirasakan peternak dan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan peternakan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada produksi. Ekosistem usaha perlu dibangun secara terintegrasi sehingga peternak, industri, teknologi, dan pasar dapat tumbuh bersama.

“Peternakan bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat peternak semakin kuat, industri berkembang, dan masyarakat mendapatkan akses protein hewani berkualitas,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Kementerian Pertanian terus mendorong transformasi subsektor peternakan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, pemanfaatan teknologi, penguatan investasi, dan hilirisasi.

Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan peternakan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi peternak serta masyarakat.

"Setelah membangun fondasi produksi dalam negeri, Indonesia perlu memperkuat produktivitas, teknologi, investasi, hilirisasi, dan akses pasar agar peternakan nasional semakin mandiri, modern, dan berdaya saing," ucap Makmun.

Karena itu, Makmun menyebut ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan peternakan nasional dengan perkembangan teknologi dan inovasi dari berbagai negara.

Teknologi produksi, kesehatan hewan, pakan, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil peternakan menjadi bagian dari perkembangan yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
Ukraina Serang Moskwa denga...

Seoul: Korut Kembali Tembakkan Misil Balistik

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Seoul: Korut Kembali Tembak...
Luar Negeri
Michelle Bachelet Batalkan ...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.