85 Investor Global Lirik Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun, Wali Kota Agustina Dorong Semarang Jadi Magnet Investasi Hijau
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 16:00 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Ambisi Kota Semarang menjadi salah satu pusat investasi hijau di Indonesia semakin menemukan momentumnya. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya senilai 3 triliun rupiah yang akan dibangun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang kini menarik perhatian puluhan investor dari berbagai negara.
Hingga awal Juni 2026, sedikitnya 85 investor tercatat menyatakan minat terhadap proyek strategis tersebut. Tingginya animo itu menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi energi bersih.
Sebagai tindak lanjut, enam perusahaan telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek pada Kamis (4/6). Jumlah calon investor yang melakukan peninjauan diperkirakan terus bertambah seiring agenda kunjungan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni mendatang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Menurutnya, sampah harus ditempatkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai proyek PSEL Semarang Raya menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat transformasi tersebut. Selain mengurangi beban timbunan sampah, proyek ini diharapkan mampu menghasilkan energi listrik serta menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang lebih kuat di Kota Semarang.
Tingginya minat investor tidak lepas dari besarnya potensi proyek yang digagas sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di kawasan Semarang Raya, meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan hasil market sounding yang dilakukan pemerintah menunjukkan respons yang sangat positif dari pelaku usaha dan investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, saat ini pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus menyiapkan berbagai dokumen teknis dan administrasi untuk mendukung proses investasi serta tahapan lelang proyek.
"Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," ujar Glory.
Keberadaan proyek ini juga mendapat dukungan dari Badan Pengelola Investasi Danantara yang tengah mempersiapkan berbagai tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan serta finalisasi dokumen pengadaan.
Dari TPA Menjadi Pusat Energi Baru
Selama ini, sebagian besar sampah masih ditangani melalui sistem penimbunan di tempat pemrosesan akhir. Melalui PSEL Semarang Raya, pemerintah berupaya mengubah pendekatan tersebut dengan memanfaatkan teknologi pengolahan modern yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.
Konsep tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan perkotaan yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!