Tambahan Likuiditas Belum Tentu Tersalur Optimal ke Sektor Riil
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai efektivitas tambahan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp100 triliun ke perbankan perlu didukung stimulus fiskal yang bersifat langsung.
“Tambahan injeksi SAL Rp100 triliun ke perbankan akan memperkuat likuiditas dan menurunkan tekanan biaya dana, sehingga ruang kredit lebih longgar. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada permintaan kredit,” ujar Rizal saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (26/3).
Dia menjelaskan, dalam kondisi konsumsi yang melemah dan ekspektasi ekonomi yang belum kuat, tambahan likuiditas belum tentu tersalurkan secara optimal ke sektor riil.
Rizal berpendapat rumah tangga cenderung masih menahan belanja dan meningkatkan tabungan (precautionary saving), sehingga transmisi dari likuiditas ke kredit dan konsumsi relatif terhambat.
Artinya, kebijakan ini tidak otomatis mendorong permintaan agregat sehingga dampaknya terhadap konsumsi cenderung terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maka dari itu, Rizal menyebut kebijakan tambahan penempatan dana ini lebih berfungsi sebagai stabilisasi likuiditas, bukan pendorong pertumbuhan.
“Tanpa dukungan kebijakan lain seperti kredit terarah dan stimulus fiskal langsung dana berisiko mengendap atau beralih ke instrumen keuangan, sehingga dampaknya ke konsumsi dan pertumbuhan menjadi terbatas,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa engatakan pemerintah kembali menambah penempatan dana SAL sebesar Rp100 triliun ke perbankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan penambahan tersebut, total dana SAL yang telah ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun.
“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun, memasukkan ke sistem perekonomian. Kita jaga likuiditas di sistem keuangan dengan serius,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3).
Tambahan dana tersebut disalurkan menjelang Lebaran guna memastikan likuiditas tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil obligasi yang mengindikasikan adanya tekanan likuiditas di perbankan.
Bergantung Respons Bank
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet berpendapat tambahan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp100 triliun ke perbankan menjadi langkah yang relevan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!