Fantastis! Kontribusi Ojol ke PDB Nasional Tembus Rp565 Triliun
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Ojek online (ojol) telah berkembang menjadi salah satu penggerak penting ekonomi digital Indonesia dengan kontribusi yang melampaui sektor transportasi.
Kehadirannya membuka peluang pendapatan bagi jutaan mitra pengemudi, mendukung aktivitas UMKM melalui layanan pengantaran, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan berbasis aplikasi.
Dari sisi ekonomi, ekosistem ojol turut mendorong konsumsi, meningkatkan efisiensi distribusi, dan menciptakan efek berganda bagi sektor perdagangan dan jasa.
Namun, besarnya kontribusi tersebut juga menuntut penguatan regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis platform, kesejahteraan mitra pengemudi, dan perlindungan konsumen agar manfaat ekonominya dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat kontribusi ekosistem dan layanan transportasi daring termasuk ojek online (ojol) terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai Rp565 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Transportasi ojek online ini ternyata menyumbang hampir Rp565 triliun atau setara 2,37 persen dari PDB," kata Kepala Pusat Makroekonomi Indef M Rizal Taufikurahman dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (3/6).
Berdasarkan riset "Masa Depan Ojek Online di Indonesia" oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan Indef, angka tersebut merupakan total dari dampak langsung dan tidak langsung dari ojol.
Rizal mengatakan dampak langsung dan tidak langsung tersebut masing-masing mencapai sekitar Rp169 triliun dan Rp396 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Porsi kontribusi terbesar berasal dari multiplier effect/spillover lintas sektor.
Kontribusi itu juga didominasi oleh ojol roda dua, yang lebih besar dibanding taksi online roda empat dengan proporsi 2,1 kali.
"Artinya, angka ini bukan angka kecil. Bayangkan, 2,4 persen terhadap PDB, angka hampir Rp565 triliun ini, ini justru memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap multiplier effect dan spillover-nya. Artinya apa? Ojek online itu memberikan nilai tambah, ini bukan multiplier lagi, nilai tambah terhadap PDB kita, berbasis pada sektor-sektor di sistem ekonomi kita," jelasnya.
Bicara mengenai nilai tambah ojol bagi berbagai sektor terkait, Rizal memberikan contoh bagaimana ekosistem layanan ini turut membantu sektor lain seperti perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga logistik.
Riset tersebut juga menunjukkan bahwa transportasi daring ini turut menciptakan 2,62 juta pekerjaan turunan pada ekosistem UMKM dan ekonomi digital.
Sementara, ekosistem transportasi daring menyerap 2,91 juta mitra pengemudi dan berfungsi sebagai employment buffer bagi pekerja urban berkeahlian rendah-menengah atau bahkan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!