Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keyakinan Konsumen Terus Melemah, Alarm bagi Mesin Pertumbuhan RI

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keyakinan Konsumen Terus Melemah, Alarm bagi Mesin Pertumbuhan RI Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra
Ket. Ilustrasi - Warga berbelanja di salah satu toko di Pasar Baru, Jakarta.

JAKARTA – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi di dalam negeri kembali melanjutkan tren pelemahannya pada Juni lalu.

Pelemahan keyakinan konsumen pada Juni menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam memandang kondisi ekonomi dan prospek pendapatan ke depan.

Tren ini berpotensi menahan laju konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga dapat memengaruhi aktivitas sektor ritel dan jasa.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Konsumen mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi diindikasikan tetap terjaga pada Juni 2026, tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode tersebut pada level optimis (indeks >100) sebesar 117,8.

Namun, apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, IKK Juni 2026 lebih rendah dari bulan Mei 2026 yang sebesar 120,9 dan pada April sebesar 123.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7), menyampaikan bahwa terjaganya keyakinan konsumen Juni 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei, IKE pada Juni 2026 tercatat sebesar 109,2 atau lebih rendah apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 112,2.

IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang masing-masing sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9, lebih rendah apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3.

Sementara itu, IEK Juni 2026 tercatat sebesar 126,4, lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 129,7.

BI mencatat, tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 124,4, dan 121,2.

Dalam hasil survei yang sama, BI mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Juni 2026 tercatat sebesar 73,0 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,3 persen.

Sedangkan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,0 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.

Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 17,0 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.