Dari Chelsea ke Piala Dunia, Malo Gusto Kejar Status Bek Kanan Masa Depan Prancis
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraCLAIREFONTAINE-EN-YVELINES, PRANCIS — Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung terbesar dalam karier Malo Gusto sejauh ini. Di usia 23 tahun, bek kanan Chelsea tersebut tidak hanya datang untuk menambah pengalaman bersama tim nasional Prancis, tetapi juga membawa ambisi besar: merebut tempat utama dan menegaskan dirinya sebagai salah satu bek kanan terbaik generasi baru sepak bola dunia.
Pemanggilan Gusto ke skuad 26 pemain Les Bleus menjadi bukti kepercayaan penuh pelatih Didier Deschamps terhadap kemampuan pemain muda tersebut. Kepercayaan itu semakin bernilai mengingat persaingan ketat di skuad Prancis yang dipenuhi talenta kelas dunia.
Bagi Gusto, kesempatan tampil di Piala Dunia merupakan mimpi yang telah lama dinantikannya.
"Ini adalah impian masa kecil yang menjadi kenyataan. Saya merasa sangat bangga bisa berada di sini," ujar Gusto dalam wawancara dengan AFP.
Musim lalu menjadi periode yang penuh kontras bagi pemain kelahiran Décines-Charpieu itu. Di satu sisi, ia ikut mengantar Chelsea meraih gelar UEFA Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Namun di sisi lain, klub London tersebut menjalani musim Liga Inggris yang mengecewakan dengan finis di peringkat ke-10.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, performa individu Gusto tetap mampu menarik perhatian Deschamps. Konsistensinya di sektor kanan pertahanan Chelsea membuatnya tetap mendapat tempat di tim nasional, sekaligus membuka peluang untuk menantang Jules Kounde yang saat ini masih menjadi pilihan utama di posisi bek kanan.
Perkembangan pesat Gusto sejak bergabung dengan Chelsea pada 2023 tidak lepas dari pengaruh rekan setimnya, Reece James. Meski bersaing memperebutkan satu posisi di klub, Gusto mengaku banyak belajar dari kapten The Blues tersebut.
"Reece James luar biasa. Sejak saya datang ke Chelsea, saya belajar banyak darinya," kata Gusto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Persaingan sehari-hari di lapangan latihan membuatnya semakin memahami tuntutan bermain di level tertinggi. Pengalaman itu pula yang membantunya berkembang menjadi bek sayap modern yang mampu berkontribusi dalam bertahan maupun menyerang.
Sebagai inspirasi, Gusto menyebut nama Dani Alves, legenda Brasil yang pernah bersinar bersama Barcelona.
"Dia memiliki semua kualitas yang dibutuhkan seorang bek sayap modern. Dia kuat dalam bertahan dan sangat efektif ketika membantu serangan," ujarnya.
Meski sudah mengoleksi sembilan caps bersama tim nasional senior, Gusto mengakui dirinya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Ia bahkan merasa belum mencapai potensi terbaiknya, terutama karena baru menempati posisi bek kanan secara permanen ketika berusia 17 tahun.
"Masih banyak aspek pertahanan yang harus saya perbaiki. Dalam menyerang juga saya ingin memberi kontribusi yang lebih besar," katanya.
Baginya, peningkatan kemampuan tidak datang secara instan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!