Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Jamu Nusantara 2026 Sukses Sulap Jamu Jadi Tren Kekinian

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Festival Jamu Nusantara 2026 Sukses Sulap Jamu Jadi Tren Kekinian Doc: ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yogya
Ket. Stan minuman jamu pada ajang Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem Kota Yogyakarta.

YOGYAKARTA - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Jamu Nusantara 2026 di Pasar Ngasem bukan sekadar ajang pameran produk herbal, melainkan momentum krusial untuk mengangkat kembali budaya minum jamu tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat masa kini, Minggu (5/7). 

"Festival ini bukan sekadar ajang pameran produk herbal tradisional, tetapi juga momentum penting mengangkat kembali budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, jamu merupakan warisan leluhur yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dan dikembangkan secara serius.

"Jamu adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda," katanya.

Hasto mengatakan, salah satu keunggulan utama jamu tradisional adalah bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam, termasuk dari sisi pewarna yang digunakan.

Menurut dia, penggunaan bahan alami dalam racikan jamu menjadi salah satu alasan mengapa minuman tradisional ini layak terus dikonsumsi dan dilestarikan.

Dengan demikian, kata dia, jamu bukan hanya minuman tradisional biasa, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara alami.

"Keuntungan mengonsumsi jamu salah satunya adalah jamu ini menggunakan warna alam. Sehingga yang masuk ke tubuh kita ini bukan warna sintetis. Jadi sudah pasti minum jamu ini sehat," katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, di tengah maraknya produk minuman instan dan modern, jamu tetap memiliki tempat tersendiri karena menawarkan manfaat kesehatan sekaligus kedekatan dengan tradisi lokal.

Karena itu, festival jamu perlu terus diperluas agar masyarakat makin memahami manfaat jamu, tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi bagian dari pola hidup sehat yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pihaknya berharap jamu tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan orang tua atau masyarakat yang sudah terbiasa dengan budaya minum jamu, tetapi juga bisa menjangkau kalangan anak muda.

"Karena itu regenerasi konsumen menjadi salah satu kunci penting agar jamu tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.