Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Idul Adha Berlalu, Stabilitas Harga Pangan Diklaim Tetap Terjaga

📅 Senin, 01 Jun 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sumber beras yang digunakan dalam program intervensi pangan pemerintah pun berasal dari panen dalam negeri.

Realisasi pengadaan setara beras dari dalam negeri oleh Bulog hingga menjelang tutup bulan Mei ini telah mendekati 3 juta ton. Catatan emas di tahun ini telah melampaui realisasi Januari-Mei 2025 yang berkisar 2,5 juta ton.

Terakhir, program pasar murah juga digencarkan dalam bentuk Gerakan Pangan Murah (GPM). GPM yang terlaksana sampai di penghujung Mei ini telah tercapai 5.037 kali di 417 kabupaten/kota. Torehan ini jauh melebihi realisasi GPM Januari-Mei 2025 yang dicatat Bapanas di angka 3.482 kali.

Tekan Impor

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bapanas Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan menyatakan kehebatan pangan Indonesia yang telah mumpuni. Amran pastikan porsi impor pangan pokok strategis hanya berkisar di 4 sampai 5 persen saja.

"Hebat negeri kita, bangga dong sebagai anak bangsa. Negeriku 96 persen tidak impor dari kebutuhan dan produksi dalam negeri. Mana lebih banyak 3,2 juta ton atau kita produksi 73 juta ton, mana lebih banyak? Kalau dibagi tadi 3,2 juta ton dibagi 73 ton, ini produksi ya, berapa? Sekitar 4,5 persen," kata Amran.

Adapun angka 3,2 juta ton merupakan deviasi produksi terhadap kebutuhan konsumsi dari 3 jenis pangan pokok yang terpaksa masih harus dipasok dari importasi. Sementara total proyeksi produksi dalam negeri setahun untuk 11 jenis pangan pokok secara nasional berada di angka 73,7 juta ton.

Oleh karena itu, Amran bertekad akan terus mereduksi porsi impor pangan secara nasional. Tentunya dengan akselerasi produksi dalam negeri. Ini juga menjadi sinyal peringatan kepada para pelaku anomali pangan yang justru lebih bahagia apabila Indonesia semakin banyak impor.

"Aku kerja keras. Beritahu mafia, hei kamu bersadar mafia, ini pertanian lagi kerja keras. Aku teruskan perjuangan ini. Pokoknya berantas mafia, berantas koruptor, tanam cepat. Aku teruskan ini. Selama napasku masih ada dipinjami Allah, aku akan bela rakyat kecil, bela petani peternak Indonesia," tegas Kepala Bapanas Amran.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2025, Indonesia sudah berhenti impor beras umum dan jagung pakan yang kuantitasnya pada tahun-tahun sebelumnya cukup besar. Komitmen tersebut dipastikan terus dilanjutkan pada tahun 2026 ini dengan ditambah setop impor gula untuk konsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

ITS Kembangkan Bakteri untuk Pulihkan Lingkungan Tercemar

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
ITS Kembangkan Bakteri untu...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.