Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fadli Zon: Prangko dan Surat Lama Bisa Jadi Kunci Memahami Sejarah Indonesia

📅 Senin, 01 Jun 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fadli Zon: Prangko dan Surat Lama Bisa Jadi Kunci Memahami Sejarah Indonesia Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon pada saat acara kegiatan Orasi Publik Filateli bertajuk “Membaca Sejarah Bangsa Melalui Arsip Filateli” di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

Jakarta - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih memahami perjalanan sejarah Indonesia melalui arsip filateli yang menyimpan rekam jejak berbagai peristiwa penting yang terjadi di Indonesia.

“Melalui arsip filateli, kita dapat melihat berbagai tanda zaman yang merekam perubahan sosial, politik, dan kebudayaan dalam perjalanan bangsa.,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (1/6).

Dia mengatakan bahwa prangko, surat, dan dokumen pos bukan sekadar benda koleksi, tetapi juga sumber pengetahuan yang membantu membaca sejarah secara lebih utuh

Dia melanjutkan terdapat beberapa jejak yang menyimpan perubahan sosial politik dan kebudayaan yang dapat membantu masyarakat memahami suatu periode sejarah secara lebih mendalam seperti prangko, surat, dan juga dokumen pos.

Menurutnya, pameran filateli menjadi medium yang efektif untuk bisa semakin mendekatkan masyarakat dengan sejarah melalui sumber-sumber yang autentik dan sangat mudah untuk dipahami oleh berbagai kalangan.

Dia juga mengajak masyarakat untuk bisa melihat lebih dekat bagaimana kondisi dan juga situasi ketika pada masa pendudukan Jepang, yang merupakan salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia yang perlu dipahami secara objektif dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk hitam dan putih. Karena itu, generasi masa kini perlu melihat berbagai dinamika yang terjadi pada masa tersebut secara kritis, berdasarkan fakta dan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fadli Zon.

Semua sejarah penting tersebut hadir dalam pameran yang bertajuk “Filateli sebagai Arsip Kebudayaan dan Medium Membaca Sejarah Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman publik mengenai nilai sejarah yang terkandung dalam arsip filateli.

Melalui pameran ini, masyarakat diajak untuk memahami sejarah Indonesia melalui perspektif arsip filateli yang selama ini sering dipandang sebagai benda koleksi semata.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi penyelenggaraan pameran filateli tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi Kawasan Kota Lama Semarang yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan budaya dan sejarah.

“Pameran ini memperkaya Kota Lama Semarang. Kehadiran berbagai koleksi dan arsip bersejarah menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk semakin mengenal sejarah bangsa,” kata Agustina Wilujeng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.