Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bau Sampah Bisa Hilang? Jakarta Barat Coba Teknologi Eco Lindi di Tambora

📅 Senin, 01 Jun 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bau Sampah Bisa Hilang? Jakarta Barat Coba Teknologi Eco Lindi di Tambora Doc: Antara
Ket. Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melakukan uji coba cairan "Eco Lindi" guna menetralisasi bau sampah di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) wilayah Kecamatan Tambora, Minggu (31/5).

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melakukan uji coba cairan "Eco Lindi" guna menetralisasi bau sampah di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) wilayah Kecamatan Tambora, Minggu (31/5).

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa penerapan inovasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan bau serta pengelolaan sampah di wilayahnya.

"Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan lihat dalam beberapa waktu, pastinya ini akan terjadi perubahan yang signifikan, khususnya mengenai masalah bau dan bagaimana kita bisa mengelola sampah dari sumber dengan lebih efektif," ujar Iin di Jakarta.

Adapun Eco Lindi merupakan cairan penetral bau sampah ramah lingkungan yang terbuat dari fermentasi air lindi (cairan limbah TPA), molase (air tebu), asam sulfat, dan katalis organik.

Uji coba perdana ini dilakukan di depo sampah Kelurahan Duri Utara dengan pendampingan langsung dari tim Kabupaten Sidoarjo.

Iin menjelaskan, Kecamatan Tambora dipilih sebagai lokasi percontohan pertama karena memiliki karakteristik wilayah yang padat dan menghasilkan jenis limbah yang spesifik.

"Tambora memiliki kepadatan penduduk tertinggi dan keterbatasan lahan untuk TPS. Selain itu, Tambora memiliki potensi sampah dari limbah industri konveksi. Jika tidak diolah dengan baik, ini akan menjadi persoalan," jelasnya.

Setelah Tambora, Pemkot Jakbar berkomitmen untuk menerapkan penggunaan Eco Lindi di tujuh kecamatan lainnya secara bertahap, dibarengi dengan koordinasi dan sosialisasi mengenai teknologi tersebut.

Sementara itu, penemu cairan Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, mengungkapkan bahwa inovasi ini telah ia kembangkan sejak bangku kuliah sekitar 4,5 tahun lalu dan kini sudah diterapkan di lebih dari tujuh TPA di Indonesia.

"Bahan utamanya adalah air lindi. Tujuannya membuat air lindi yang ramah lingkungan dengan memicu proses katalisis agar sampah tidak bau, tidak menghasilkan gas metana, dan tidak mengundang lalat," papar Rania.

Ia juga memastikan bahwa cairan formulasi ini aman bagi lingkungan berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan.

"Untuk keamanannya saya cukup percaya diri karena sudah dipraktikkan. Bahkan saat dieksperimenkan pada tanaman dan kolam ikan, tanaman serta ikannya tidak mati," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.