Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dilema Armenia Terjepit di Antara Uni Eropa dan Tekanan Moskow

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 09:50 WIB | Oleh:
Dilema Armenia Terjepit di Antara Uni Eropa dan Tekanan Moskow Doc: AFP

MOSKOW - Armenia harus mengadakan referendum nasional untuk memutuskan apakah akan bergabung dengan Uni Eropa (EU) atau tetap berada di Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (29/5).

Hal itu disampaikan Putin dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kremlin dengan tiga pemimpin lainnya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan Presiden Kirgistan Sadyr Japarov yang membahas aspirasi Armenia untuk integrasi yang lebih dekat dengan EU.

"Kami sepakat tentang perlunya mengadakan referendum nasional sesegera mungkin di Republik Armenia mengenai aksesi ke Uni Eropa atau keanggotaan berkelanjutan di Uni Ekonomi Eurasia," menurut pernyataan tersebut.

Keempat pemimpin tersebut juga memperingatkan bahwa persiapan Armenia untuk kemungkinan aksesi ke Uni Eropa menimbulkan "risiko signifikan" terhadap keamanan ekonomi negara-negara anggota EAEU.

Menurut pernyataan tersebut, laporan tentang potensi konsekuensi penarikan Armenia dari EAEU akan dipresentasikan pada Desember 2026.

Masalah orientasi geopolitik Armenia telah menjadi sumber ketegangan yang meningkat di dalam blok ekonomi yang dipimpin Moskow dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu terjadi karena meningkatnya keterlibatan Yerevan dengan Uni Eropa dan pengesahan undang-undang awal tahun ini yang meluncurkan proses yang pada akhirnya bertujuan untuk aksesi ke Uni Eropa.

Para pejabat Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa keanggotaan di Uni Eropa dan EAEU tidak kompatibel, sementara otoritas Armenia tetap menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk mempertahankan kerja sama dalam persatuan Eurasia sambil memperluas hubungan dengan Eropa.

Sementara itu, Indonesia telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU pada 21 Desember 2025, di mana kerja sama itu mencakup seluruh anggota EAEU: Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara EAEU dan Indonesia pada 26 Mei 2026. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.