Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

La Furia Roja Bermimpi Ulangi Era Emas 2008-2012 di Piala Dunia 2026

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 06:15 WIB | Oleh:
La Furia Roja Bermimpi Ulangi Era Emas 2008-2012 di Piala Dunia 2026 Doc: AFP
Ket. Ilustrasi selebrasi timnas Spanyol.

BARCELONA — Didukung kemunculan sensasional Lamine Yamal, tim nasional Spanyol bermimpi mengulangi kejayaan generasi emas mereka yang sukses menjuarai Eropa pada tahun 2008 sebelum menaklukkan dunia dua tahun kemudian.

Winger Barcelona berusia 18 tahun itu saat ini masih menjalani pemulihan cedera hamstring yang berpotensi menunda penampilannya di Piala Dunia 2026. Namun kualitas bintangnya diyakini mampu membawa Spanyol menuju era baru kejayaan seperti yang pernah dilakukan Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan generasi legendaris La Roja di Afrika Selatan 2010.

Generasi emas tersebut lebih dulu mengakhiri puasa gelar 44 tahun dengan menjuarai Euro 2008 di bawah arahan Luis Aragones. Mereka kemudian merebut Piala Dunia 2010 dan mempertahankan gelar Piala Eropa 2012 bersama Vicente del Bosque lewat filosofi penguasaan bola dan tiki-taka yang mendominasi lawan.

Kini, tim asuhan Luis de la Fuente hadir dengan wajah berbeda.

Jika generasi sebelumnya dikenal dengan kontrol permainan dan umpan-umpan pendek, Spanyol saat ini tampil lebih dinamis dan agresif. Kehadiran Yamal dan winger Athletic Bilbao Nico Williams membuat La Roja mematikan dalam serangan balik cepat dengan kombinasi kecepatan, kreativitas, dan teknik tinggi.

De la Fuente, yang menggantikan Luis Enrique setelah kegagalan Spanyol di Piala Dunia Qatar 2022, menegaskan dirinya tidak ragu menggunakan pendekatan berbeda jika diperlukan.

Keberhasilan menjuarai Euro 2024 di Jerman diyakini menjadi fondasi penting menuju ambisi lebih besar di Piala Dunia.

“Kami telah mendapatkan kembali semangat 2010, semangat yang membuat seluruh rakyat turun ke jalan untuk merayakan,” ujar De la Fuente.

Hingga kini, gelar Piala Dunia 2010 masih menjadi satu-satunya trofi dunia Spanyol. Setelah itu, performa La Roja terus menurun dalam tiga edisi berikutnya.

Pada Piala Dunia 2014, tim asuhan Vicente del Bosque tersingkir di fase grup. Generasi yang menua dan tiki-taka yang mulai kehilangan efektivitas membuat dominasi Spanyol runtuh.

“Mengatakan siklus ini sudah berakhir adalah hal gila,” kata bek legendaris Sergio Ramos kala itu. Namun kenyataannya era tersebut memang usai.

Empat tahun kemudian, Spanyol kembali goyah setelah memecat pelatih Julen Lopetegui sehari sebelum turnamen dimulai karena menerima tawaran dari Real Madrid.

Di Qatar 2022, tim Luis Enrique dinilai kurang memiliki ketajaman di lini depan — sesuatu yang kini diyakini dimiliki Yamal.

“Menurut saya kami memainkan sepak bola terbaik,” kata Yamal kepada FIFA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.