Studi Mengatakan Krisis Iklim Mempercepat Resistensi Antibiotik di Seluruh Dunia
📅 Rabu, 27 Mei 2026, 13:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SStudi tersebut menemukan bahwa 82 persen negara yang diteliti mengalami peningkatan gen resistensi antibiotik pada salmonella. Peningkatan yang paling kuat terkait iklim ditemukan di Timur Tengah dan Afrika Utara, diikuti oleh Asia Selatan, dan Afrika Sub-Sahara.
Studi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara perubahan iklim dan gen resistensi antibiotik pada salmonella, tetapi tidak membuktikan bahwa perubahan iklim secara langsung menyebabkan peningkatan tersebut. Namun, para penulis mengatakan bahwa temuan mereka menyoroti perlunya mempertimbangkan perubahan iklim dalam upaya global untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Tindakan mendesak, bersamaan dengan penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dan peningkatan pengawasan penyakit, akan menjadi kunci untuk membatasi penyebaran resistensi antibiotik di masa depan, tambah mereka.
Studi mereka memberikan "bukti kuat" bahwa perubahan iklim terkait dengan peningkatan risiko resistensi antibiotik, kata mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Temuan ini menekankan bahwa menggabungkan upaya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan antibiotik, seperti mematuhi skenario emisi rendah, dapat secara efektif mengekang penyebaran gen resistensi antimikroba dan peningkatan resistensi antimikroba global.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!