Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Beltim: Pengelolaan Sampah Banyumas Layak Jadi Contoh Nasional

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 20:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Beltim: Pengelolaan Sampah Banyumas Layak Jadi Contoh Nasional Doc: ANTARA
Ket. Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, saat kunjungan kerja ke TPA BLE di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/07/2025).

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamarudin Muten, menilai pola pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan percontohan nasional karena berhasil menggabungkan solusi lingkungan dengan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/7).

“Di sini, sampah dipandang bukan lagi masalah, tetapi sumber daya yang dimulai dari masyarakat memilah dan mengelola sampah secara swadaya di tingkat hulu, kemudian diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) desa, dan akhirnya residu ditangani di TPA BLE," katanya.

Ia menyebut sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Di tingkat desa, masyarakat tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diberdayakan untuk memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga.

Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah anorganik diubah menjadi produk bernilai seperti paving block, bata, dan biji plastik. Selain itu, Kamarudin juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital dalam sistem tersebut.

“Adanya aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan layanan antar jemput sampah melalui aplikasi Jeknyong membuat masyarakat semakin mudah berpartisipasi. Ini contoh nyata ekonomi sirkular yang melibatkan warga secara langsung,” ujarnya.

TPA BLE Banyumas saat ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 75 ton sampah per hari dan berfungsi tidak hanya sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan.

Menurut data Pemerintah Kabupaten Banyumas, TPA BLE mampu mengurangi timbunan sampah di hilir hingga hampir 45 persen.

Melihat keberhasilan tersebut, Kamarudin menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk mengadaptasi model serupa. Ia bahkan membuka peluang bagi para investor yang ingin membangun pabrik pengolahan sampah di daerahnya.

“Kita ingin ada investasi di sektor ini supaya ada diversifikasi ekonomi. Dengan teknologi dan partisipasi masyarakat, sampah bisa jadi sumber penghidupan baru bagi warga Belitung Timur,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.