Tingkat Mortalitas Lupus di Indonesia Masih Tinggi, Deteksi Dini Dinilai Krusial
📅 Selasa, 26 Mei 2026, 21:35 WIB | Oleh: Haryo BronoSalah satu inovasi terbaru yang kini hadir di Indonesia adalah Anifrolumab, terapi biologis pertama yang diindikasikan untuk SLE dengan mekanisme kerja menargetkan jalur Interferon Tipe I. Terapi ini ditujukan bagi pasien lupus aktif kategori sedang hingga berat sesuai evaluasi dokter.
Menurut dr. Sandra, meski lupus merupakan penyakit kronis, pasien tetap memiliki peluang untuk menjalani hidup dengan kualitas yang baik.
“Kuncinya adalah kontrol rutin, pemantauan dokter secara berkala, serta kepatuhan dalam menjalani terapi optimal. Dengan terapi yang optimal dan berkelanjutan, maka pasien berpeluang mencapai remisi yang lebih dini dan berkelanjutan, serta terlindungi dari risiko kerusakan organ jangka panjang,” katanya.
Melalui kampanye “From Burden to Living Well”, AstraZeneca berharap semakin banyak pasien lupus di Indonesia dapat memperoleh diagnosis lebih cepat, terapi yang tepat, dan kesempatan hidup yang lebih berkualitas melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi terapi, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!