Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis Berjuang Keluar dari Kepungan Kobaran Kebakaran Hutan Masif

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 16:01 WIB | Oleh:
Prancis Berjuang Keluar dari Kepungan Kobaran Kebakaran Hutan Masif Doc: AFP/Jean-christophe Milhet/Getty Images

ISTANBUL - Prancis berjuang memadamkan kebakaran hutan besar di dekat Paris akibat gelombang panas berkepanjangan terus melanda sebagian besar negara itu dan memaksa evakuasi di dekat hutan Fontainebleau.

Penyiar BFM TV melaporkan pada Senin (13/7) bahwa kebakaran di dekat hutan Fontainebleau, sekitar 70 kilometer tenggara Paris, memicu evakuasi sekitar 1.000 penduduk dan wisatawan dari bagian komune Le Vaudoue saat api bergerak menuju area perumahan.

Wali Kota Le Vaudoue, Michel Calmy, menggambarkan adanya "dinding api" yang menjalar cepat menuju desa tersebut sebelum akhirnya mencapai pinggiran kawasan permukiman, menurut laporan lembaga penyiaran itu.

Sementara itu, Juru bicara pemerintah Maud Bregeon mengatakan kepada RTL bahwa kebakaran hutan Fontainebleau adalah "situasi yang luar biasa," mengatakan kebakaran sebesar itu di Prancis utara belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ini situasi luar biasa, yang membutuhkan penanganan luar biasa," katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menerjunkan pesawat pengebom air Canadair dan armada Dash guna membantu pemadaman api.

Dua pesawat Canadair tiba di area tersebut pada Senin dan mulai melakukan operasi penjatuhan air setelah mengumpulkan air dari Sungai Seine.

Kebakaran hutan terjadi saat 37 departemen tetap berada di bawah peringatan tertinggi gelombang panas merah Prancis, dengan suhu ekstrem dan kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran di seluruh negeri, menurut penyiar tersebut.

Bregeon mengatakan sekitar 2.000 pusat pendingin dibuka selama akhir pekan di bawah rencana darurat Extreme Heat ORSEC yang baru diperkenalkan oleh pemerintah untuk melindungi orang-orang yang rentan.

Dia menambahkan bahwa sistem rumah sakit Prancis masih terus mengatasi lonjakan keluhan kesehatan terkait panas.

Pemerintah juga mendukung pembatalan beberapa perayaan Hari Bastille, mengatakan langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk menghindari kelebihan beban layanan darurat dan mengurangi risiko kebakaran baru akibat kembang api.

Di tempat lain, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran hutan di Cap Frehel di departemen Cotes-d'Armor di barat laut, meskipun tim darurat tetap berada di lokasi guna mencegah kobaran api kembali menyala.

Wakil Menteri Pertahanan Alice Rufo mengatakan kepada penyiar TF1 bahwa pemerintah berharap dapat mengerahkan pesawat transportasi militer A400M untuk misi pemadaman kebakaran "dalam beberapa minggu mendatang" setelah menyelesaikan pelatihan pilot dan persiapan lainnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.