Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penipuan Digital Global Makin Mengancam, IASC Lancarkan Operasi Bersama

📅 Senin, 25 Mei 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penipuan Digital Global Makin Mengancam, IASC Lancarkan Operasi Bersama Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Kejahatan keuangan love scam.

JAKARTA – Penanganan penipuan lintas negara menjadi tantangan yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan keterbukaan transaksi global.

Modus kejahatan yang melibatkan jaringan internasional membuat pelaku dapat beroperasi lintas yurisdiksi dengan memanfaatkan celah regulasi, perbedaan sistem hukum, hingga lemahnya literasi digital masyarakat.

Karena itu, penanganan kasus semacam ini tidak cukup dilakukan secara nasional, tetapi membutuhkan kerja sama antarlembaga dan antarnegara, termasuk pertukaran data, pelacakan aliran dana, serta koordinasi penegakan hukum lintas batas.

Di sisi lain, maraknya penipuan lintas negara juga menunjukkan pentingnya penguatan sistem keamanan digital dan perlindungan konsumen.

Selain penegakan hukum, langkah preventif seperti edukasi masyarakat, peningkatan pengawasan transaksi keuangan, dan penguatan teknologi keamanan siber menjadi faktor penting untuk menekan risiko kejahatan serupa.

Jika tidak diantisipasi secara menyeluruh, penipuan lintas negara tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi digital dan transaksi internasional.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) bersama sembilan otoritas dari Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Maladewa, Thailand, Makau, Brunei Darusallam dan Kanada telah menggelar operasi terpadu pemberantasan penipuan keuangan lintas negara (transnational scam).

Operasi tersebut bertajuk Operation FRONTIER+ yang dilakukan selama periode 10 Maret 2026 sampai dengan 7 Mei 2026.

“Operasi bersama digelar untuk terus memperkuat koordinasi antar-otoritas dalam memberantas penipuan lintas negara yang semakin berkembang secara global dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat serta sektor keuangan,” kata Ketua Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Hudiyanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5).

Operasi yang melibatkan lebih dari 3.200 personel tersebut menargetkan berbagai modus penipuan, antara lain penipuan belanja daring (e-commerce), penipuan pekerjaan, penipuan investasi, penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, serta penipuan dengan modus penyamaran sebagai kerabat atau teman.

Dari hasil operasi tersebut, ada sejumlah pencapaian. Pertama, operasi FROINTIER+ telah menangkapp sebanyak 3.018 orang dengan rentang usia 13 hingga 85 tahun.

Kedua, menyelidiki 7.553 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan.

Ketiga, mengungkap lebih dari 138.000 kasus penipuan dengan total kerugian sekitar 752 juta dolar AS (Rp13.229 trilliun).

Keempat, membekukan sekitar 102.000 rekening bank yang terindikasi terkait tindak penipuan, serta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemkot Bengkulu Terima 10 R...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.