Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Serpong–Bogor via Parung Digaspol! Perencanaan Teknis Sudah 80%, Target Rampung 2026

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 13:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tol Serpong–Bogor via Parung Digaspol! Perencanaan Teknis Sudah 80%, Target Rampung 2026 Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat tahapan pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung untuk memperkuat konektivitas di wilayah Jabodetabek

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat tahapan pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung untuk memperkuat konektivitas di wilayah Jabodetabek. Jalan tol sepanjang 32 kilometer ini ditargetkan dapat memperlancar pergerakan masyarakat sekaligus mengefisienkan distribusi logistik.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, saat ini proyek masih dalam proses penyusunan perencanaan teknis yang ditargetkan selesai tahun ini.

"Progres saat ini sudah masuk tahap penyusunan perencanaan teknis dengan capaian mendekati 80 persen. Kami terus mendorong percepatan agar tahap perencanaan dapat rampung tahun ini," ujar Menteri Dody pada Media Briefing di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Proyek Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung memiliki nilai investasi Rp12,35 triliun dan dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan APBN. Dengan adanya tol ini, waktu tempuh Bogor ke Tangerang diproyeksikan berkurang menjadi sekitar 45 menit.

Secara teknis, jalan tol akan dilengkapi dua junction utama yaitu Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.

Pelaksanaan konstruksi akan dilakukan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra, dengan masa konsesi 40 tahun.

Ruas Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung terbagi dalam empat seksi: Seksi I Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 km, Seksi II Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 km, Seksi III Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 km, dan Seksi IV Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 km.

Kementerian PU memastikan pembangunan tol dilaksanakan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku, meliputi aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, serta pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Hadirnya Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan mampu memicu tumbuhnya pusat ekonomi baru, memperkuat keterhubungan antarwilayah, dan mendukung pemerataan pembangunan di Jabodetabek dan sekitarnya. Infrastruktur ini juga diproyeksikan meningkatkan efisiensi investasi dan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui penghematan biaya logistik, percepatan distribusi barang dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.