Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestari Moerdijat: Akademisi Jangan Terjebak Budaya Kejar Tayang dalam Penulisan Publikasi Ilmiah

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Akademisi Jangan Terjebak Budaya Kejar Tayang dalam Penulisan Publikasi Ilmiah Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

KUDUS - Para akademisi diharapkan untuk tidak terjebak dalam budaya "kejar tayang" pada penulisan publikasi ilmiah yang justru berpotensi merusak integritas riset dan martabat ilmuwan Indonesia.

"Publikasi ilmiah saat ini sudah seperti komoditas. Kita tidak bisa menutup mata, memasukkan hasil penelitian ke jurnal internasional merupakan keharusan administratif. Tetapi kita harus pastikan jurnal yang diterbitkan bukan sekadar mengejar tenggat dan asal masuk. Ini yang harus kita benahi bersama," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7). 

Pada acara yang diikuti 109 ilmuwan dan dosen dari berbagai universitas di Jawa Tengah itu, Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap ekosistem publikasi global yang timpang antara negara maju dan berkembang. 

Ketimpangan itu, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, antara lain berupa terbatasnya akses ke jurnal bereputasi, kemampuan biaya dan komunikasi, hingga kurang didengarnya suara Indonesia dalam wacana global. Hal itu merupakan tantangan yang nyata.

Terlebih, ujar Rerie, dengan kehadiran kecerdasan buatan generatif yang berpotensi disalahgunakan dalam penulisan dan penelaahan karya ilmiah.

"Pertanyaannya, apakah kita sudah siap bersaing secara bermartabat di dalamnya," ujar Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu. 

Menurut Rerie, saat ini, bertambahnya jumlah publikasi ilmiah tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan mutu ilmu pengetahuan. 

Karena, jelas dia, sebagian besar publikasi ilmiah hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, bukan menjadi media yang menantang keilmuan itu sendiri. 

Rerie mengingatkan bahwa mengabaikan integritas dalam menulis publikasi ilmiah dapat menghapus capaian yang dibangun bertahun-tahun. 

"Penggunaan etika harus hadir dari awal, bukan setelah masalah terjadi," tegasnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengajak para peserta menjadikan Bimtek sebagai titik memulai kebiasaan baru. 

Publikasi yang baik, jelas dia, lahir dari proses yang dirawat, bukan dikejar mendadak menjelang tenggat kenaikan jabatan.

"Bimbingan teknis BRIN adalah bentuk kehadiran negara untuk mendampingi, bukan mengatur. 
Mari bergandengan tangan, memperluas kapasitas, bukan menyerahkan publikasi ilmiah kita kepada kepentingan instan," pungkas Rerie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI Dukung Pelestar...
Rona
Sony Rilis Trailer Film "Ju...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.