KNKT Beberkan Hasil Investigasi Sementara Tabrakan KA di Bekasi Timur
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:23 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan hasil investigasi sementara kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Kecelakaan tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan, pemaparan tersebut hanya menyajikan data faktual hasil investigasi sementara.
KNKT juga menegaskan belum menyampaikan analisis maupun kesimpulan resmi penyebab kecelakaan kereta tersebut.
“Pada presentasi ini kami hanya menyajikan data faktual dan belum menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan. Namun masyarakat bisa memahami kenapa kecelakaan tersebut terjadi,” ujar dia dalam RDP Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
Kronologi Tabrakan
Sebaiknya Anda baca juga:
KNKT menjelaskan, KRL Commuter Line KA 5568A tiba di jalur 6 Stasiun Bekasi pukul 20.33 WIB. Kereta tersebut berhenti menunggu KA Sawunggalih relasi Pasar Senen-Kutoarjo melintas terlebih dahulu.
KA Sawunggalih kemudian tiba di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB untuk menaikkan penumpang. Setelah itu, KA Sawunggalih diberangkatkan kembali dari Stasiun Bekasi pukul 20.38 WIB.
Setelah dinyatakan aman, KA 5568A diberangkatkan dari jalur 6 Stasiun Bekasi pukul 20.45 WIB. KRL tersebut kemudian tiba di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur pukul 20.48 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selang beberapa detik kemudian, KRL Commuter Line KA 5181 tertemper taksi Green SM dekat Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut memicu kerumunan warga di sekitar jalur rel kawasan stasiun.
KA 5568A sempat diberangkatkan kembali setelah proses naik turun penumpang selesai dilakukan petugas. Namun, kereta kembali berhenti karena adanya kerumunan warga akibat insiden taksi tersebut.
Di waktu bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal aman. Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL 5568A terjadi pukul 20.52 WIB.
KNKT menyebut KRL 5568A mengalami keterlambatan sekitar delapan menit dari jadwal semula saat keberangkatan. Sementara KA Argo Bromo Anggrek melintas lebih cepat tiga menit dari jadwal sebelumnya.
Soerjanto mengatakan, masinis KA Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman sekitar 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan. Masinis juga membunyikan klakson atau semboyan 35 karena melihat KRL masih berada di depannya.
“Masinis Argo Bromo Anggrek sudah melakukan pengereman 1,3 kilometer sebelum Stasiun Bekasi Timur. Namun pengereman tidak cukup menghentikan kereta,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!