Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Maras, Penjaga Terakhir Hutan Tropis Pulau Bangka

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 07:08 WIB | Oleh:

Dari puncak ini, momen matahari terbit menjadi salah satu waktu favorit para pendaki karena menghadirkan panorama yang memukau. Dari ufuk timur, jika beruntung, akan tampak siluet jingga merekah memecah kegelapan.

Puncak Gunung Maras seolah menjadi pengobat lelah setelah mendaki. Pada pagi hari, kabut tipis sering menyelimuti lembah di sekitar gunung. Bersama terbitnya fajar, momen ini menjadi waktu favorit para pendaki dan fotografer alam.

Tak hanya menawarkan wisata pendakian, kawasan Gunung Maras juga memiliki potensi wisata edukasi dan konservasi. Beragam jenis tumbuhan endemik tumbuh di kawasan ini, termasuk tanaman obat dan vegetasi khas hutan dataran rendah. Beberapa jenis burung dan satwa liar juga masih dapat ditemukan di habitat alaminya.

Masyarakat sekitar turut berperan dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis alam. Sejumlah warga menyediakan jasa pemandu lokal untuk membantu wisatawan menjelajahi jalur pendakian dengan aman.

Wisata ke Gunung Maras cocok bagi pelancong yang ingin menikmati sisi lain Pulau Bangka selain wisata pantai. Perpaduan hutan tropis, suasana pegunungan, dan ketenangan alam menjadikan tempat ini destinasi menarik untuk dijelajahi.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan datang saat musim kemarau agar jalur pendakian lebih aman dan tidak licin. Membawa perlengkapan trekking, persediaan air, serta menjaga kebersihan kawasan menjadi hal penting agar keindahan alam Gunung Maras tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pelindung Flora dan Fauna Sumatera bagian Timur

Kawasan Gunung Maras juga memiliki nilai ekologis yang penting bagi Pulau Bangka. Hutan di kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna khas Sumatra bagian timur. Kawasan ini setidaknya memiliki puluhan spesies pohon berkayu, tumbuhan obat, hingga tanaman hias eksotis. Beberapa yang paling ­menonjol.

Pohon Pelawan (Tristaniopsis sp.) adalah pohon paling ikonik di Bangka Belitung. Kulit batangnya berwarna merah keunguan atau merah tembaga yang khas. Di kawasan Maras, pohon pelawan tumbuh subur dan jamur yang tumbuh di bawah pohon ini (jamur pelawan) dikenal sebagai kuliner lokal yang sangat mahal dan lezat.

Kantong Semar (Nepenthes sp.), TNGM merupakan rumah bagi berbagai jenis kantong semar, tumbuhan karnivora pemakan serangga. Keberadaannya di lereng-lereng tinggi menjadi salah satu fokus program konservasi taman nasional.

TNGM sekarang bertindak sebagai “pulau perlindungan” yang terisolasi. Jika ekosistem di dalam taman nasional ini rusak, maka spesies ikonik seperti mentilin dan pohon pelawan juga terancam punah dari tanah Bangka untuk ­selamanya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.