Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Maras, Penjaga Terakhir Hutan Tropis Pulau Bangka

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 07:08 WIB | Oleh:
Gunung Maras, Penjaga Terakhir Hutan Tropis Pulau Bangka Doc: Foto: Direktorat Jenderal KSDAE
Ket. Gunung Maras sebelum ditetapkan menjadi Taman Nasional merupakan kawasan lindung, Potensi kawasan yang dapat dimanfaatkan yaitu pendakian bukit seperti pada Bukit Idat dan Puncak bukit Maras yang saat ini telah terkenal di kalangan pecinta alam sebagai tujuan pendakian.

PULAU Bangka sering dicitrakan sebagai daerah tambang timah dengan pantai berpasir putih lembut dengan ombak yang tenang. Pesisirnya dihiasi batuan granit raksasa yang berdiri kokoh menghadap birunya lautan luas terutama yang menghadap laut Natuna Utara.

Terkait timah, kadang pulau dengan luas 11.693,54 kilometer persegi ini dipersepsikan dengan banyaknya galian tambang timah terbuka yang tidak direklamasi. Memang dari sekian ratus bekas tambang, masih dapat dilihat titik-titik kerusakan alam yang dibiarkan begitu saja.

Di balik semua itu, Bangka masih menyisakan area hijau yang menjadi penjaga terakhir hutan tropis pulau ini yang dikelilingi tanaman monokultur berupa sawit. Tempat yang disebut dengan Taman Nasional Gunung Maras (TNGM) menjadi destinasi tersisa bagi masyarakat untuk menikmati kesejukan hutan tropis khas pulau ini.

Berada di bagian utara pulau dekat dengan Teluk Kelabat, jarak TNGM sekitar 74,0 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang. Kawasan ini menawarkan lanskap hijau yang memanjakan mata. Dengan luas 16.806,91 hektar, kawasan ini menjadi tempat pelestarian alam yang melindungi berbagai ekosistem penting dari kepunahan.

Ditetapkan pada tanggal 27 Juli 2016 melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNGM yang tersembunyi memiliki lanskap hutan tropis yang dikombinasikan dengan pegunungan hijau. Tempat ini meluruhkan anggapan bahwa Bangka hanya menawarkan wisata bekas tambang timah dan pantai berpasir putih.

Kini TNGM menjadi destinasi wisata alam yang mulai dilirik para pecinta petualangan dan ekowisata. Gunung Maras menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding citra wisata Bangka yang identik dengan pantai dan laut. Kawasan ini menghadirkan wajah lain Pulau Bangka: hutan tropis yang sunyi, jalur petualangan yang menantang, dan panorama alam yang masih terjaga.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih dekat dengan alam, TNGM menjadi destinasi yang layak masuk daftar perjalanan. Di tengah perkembangan wisata modern, kawasan ini mengingatkan bahwa keindahan alam sejati sering kali hadir dalam kesunyian dan kesederhanaan.

Ketika sampai di tempat ini akan terlihat Gunung Maras yang memiliki dua puncak saat dilihat dari sisi utara dan selatan, serta dari titik pandang di daerah dataran rendah sekitarnya seperti Kecamatan Riau Silip atau Bakam.

Secara morfologi dan lanskap geografisnya, siluet gunung tertinggi di Pulau Bangka ini akan terlihat seperti memiliki dua gundukan atau puncak kembar, yang oleh masyarakat setempat sering dianalogikan dengan bentuk punggung unta atau bahkan payudara.

Namun, jika dilihat dari arah barat atau timur, puncaknya akan tampak mengerucut atau berjejer secara vertikal sehingga perspektif dua puncak tersebut menjadi kurang terlihat jelas. Puncak tertingginya yang berada di sisi barat mencapai 699 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan yang kedua 640 mdpl.

Sebagai tempat tangkapan air dan juga menjadi rumah bagi beragam flora serta fauna khas hutan tropis Sumatra bagian timur, Gunung Maras menghadirkan pengalaman tersendiri. Pengunjung akan melewati jalanan desa, perkebunan, serta hamparan hutan yang masih alami. Suasana tenang dan udara segar menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Gerbang masuk utama atau pos pendakian resmi menuju TNGM terletak di Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Dari titik ini para pecinta pendakian akan melewati jalur trekking yang menantang namun tetap ramah bagi pendaki pemula yang memiliki persiapan cukup.

Sepanjang perjalanan melewati jalan setapak, wisatawan dapat menikmati suara satwa liar, pepohonan raksasa, hingga aliran sungai kecil yang mengalir di antara bebatuan. Sesampainya di puncak, hamparan hutan hijau dan lanskap Pulau Bangka terlihat membentang luas. Saat cuaca cerah, pengunjung bahkan dapat menyaksikan garis pantai yang berada di kawasan Teluk Kelabat dan laut dari kejauhan.

Perpaduan panorama hutan, perbukitan, dan garis pantai menciptakan pemandangan yang jarang ditemukan di destinasi wisata lain di Bangka. Inilah sisi lain pulau ini yang tentu saja akan membuka pemahaman yang lebih luas terhadapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Iran: Lalu Lintas Selat Hor...

Rupiah Masih Tertekan, 19 Juni 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 19 J...
Daerah
Warga Manfaatkan Sisa Mater...
Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
Rona
Waow… Inul Bicara Transfo...

Empat Pendaki Gunung Semeru Ditangkap, Ada Apa

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Empat Pendaki Gunung Semeru...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.