PLTS 100 GW Diproyeksi Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Eko SJakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) berpotensi menekan biaya pembangkitan listrik hingga 73,9 triliun rupiah per tahun. Penghematan itu diperoleh dari penggantian pembangkit berbasis bahan bakar fosil seperti diesel dan gas dengan PLTS yang terintegrasi sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS).
Seperti dikutip dari Antara, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P. Hutajulu mengatakan program tersebut menjadi bagian penting dalam strategi transisi energi nasional.
“Kalau program PLTS 100 gigawatt ini selesai, ini akan menggantikan PLTD yang sangat boros, baik di bagian timur maupun di Jawa-Bali juga cukup besar,” kata Jisman dalam HIPMI Power Development Forum 2026 di Jakarta, Rabu (20/5).
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW dilakukan pada periode 2026–2028 dengan kebutuhan investasi mencapai 71,3 miliar dollar AS atau setara 1.140 triliun rupiah. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas sebesar 17 GW.
Selain menekan biaya energi, proyek ini juga diperkirakan memberi dampak ekonomi yang luas. Pengembangan PLTS diproyeksikan mampu menyerap hingga 2,8 juta tenaga kerja di sektor konstruksi dan 1,5 juta hingga 3,1 juta tenaga kerja di sektor manufaktur, tergantung tingkat penggunaan komponen dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi ekonomi makro, proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi impor energi dengan nilai substitusi mencapai 14,4 miliar dollar AS hingga 28,9 miliar dollar AS. Sementara kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) diproyeksikan mencapai 13,3 miliar dollar AS hingga 26,6 miliar dollar AS.
Kementerian ESDM juga mengajak pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk terlibat dalam pengembangan proyek PLTS nasional tersebut.
“Untuk pengusaha yang ada di dalam negeri, kami berikan kemudahan, prioritas, agar bisa ikut khususnya di ketenagalistrikan (PLTS) ini,” ujar Jisman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, pemerintah mengakui pengembangan energi surya dalam skala besar masih menghadapi tantangan besar, terutama pada infrastruktur transmisi listrik. Pemerintah memperkirakan kebutuhan pembangunan jaringan transmisi supergrid mencapai 48 ribu kilometer dengan nilai investasi sekitar 300 triliun rupiah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!