Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Keamanan Pangan Dilakukan Pemprov Sumut untuk Hadapi El Nino

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 05:58 WIB | Oleh:
Perkuat Keamanan Pangan Dilakukan Pemprov Sumut untuk Hadapi El Nino Doc: ist
Ket. antisipasi el nino

MEDAN – Memperkuat mitigasi guna menjaga produksi pangan dilakukan Sumut dengan untuk menghadapi el nino.

"Kita sudah menyiapkan antisipasi, dan upaya menjaga produksi pangan agar tetap stabil," ucap Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Yusfahri Parangin-angin dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5).

Salah satu langkah yang dilakukan, lanjut dia, yakni menyiapkan Brigade Proteksi Tanaman merupakan unit siaga khusus Kementerian Pertanian bertugas mencegah kerusakan tanaman di seluruh wilayah Sumut.

Pihaknya mengaku, memiliki enam Brigade Proteksi Tanaman di Sumatera Utara, yakni Brigade Deli Serdang, Brigade Simalungun, Brigade Karo, Brigade Asahan, Brigade Tapanuli Selatan, dan Brigade Tapanuli Tengah.

"Apa persiapannya?, kita menyiapkan pompa. Brigade ini, seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak," jelas Yusfahri.

Ia juga mengatakan, Kementerian Pertanian telah memberikan peringatan dini dampak kekeringan. Karena itu, kata dia, pompa-pompa telah disalurkan dan terus dipantau agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut pada 2025, menyatakan, Pemprov Sumut dua tahun terakhir telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.

"Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan," kata Yusfahri.

Ia berharap, adanya ancaman El Nino diperkirakan melanda Sumatera Utara nantinya, namun produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan pangan masyarakat Sumut tidak terganggu.

"Mudah-mudahan kita tidak jumawa. Kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga," tutur Yusfahri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, kondisi iklim global berpotensi berkembang menuju fenomena El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan peluang sekitar 50-80 persen, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Kamis (9/4), mengatakan, saat ini kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) masih berada fase netral, namun indikasi penguatan menuju El Nino perlu diwaspadai karena dapat memperparah musim kemarau di Tanah Air.

BMKG menilai, hasil kajian ahli potensi musim kemarau yang datang lebih awal, dan berlangsung lebih panjang dan secara umum kondisi iklim di 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan normal.

"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” kata Faisal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Disperindag Babel Pastikan Stok Cabai dan Bawang Cukup

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Disperindag Babel Pastikan ...
Megapolitan
Pagi Ini, PN Jaksel Gelar P...
Ukir Sejarah, Muchova dan Noskova Ciptakan Final Sesama Petenis Ceko di Wimbledon

Ukir Sejarah, Muchova dan Noskova Ciptakan Final Sesama Petenis Ceko di Wimbledon

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.