Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suku Bunga BI-Rate Naik Jadi 5,25 Persen demi Stabilkan Rupiah

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 16:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suku Bunga BI-Rate Naik Jadi 5,25 Persen demi Stabilkan Rupiah Doc: Antara
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan materi konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mei 2026 secara daring di Jakarta, Rabu (20/5).

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah akan cenderung menguat pada Juli hingga Agustus 2026 seiring kenaikan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) serta mulai meredanya permintaan valuta asing domestik.

Perry mengatakan optimisme tersebut didukung langkah BI yang terus melakukan intervensi di pasar valuta asing dan memperkuat struktur bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

“Dengan terus melakukan intervensi, dengan kenaikan BI-Rate, juga dengan perubahan struktur suku bunga SRBI, kami meyakini inflow akan tetap besar ke dalam negeri dan tentu saja akan mencukupi kebutuhan permintaan valas di bulan Juni yang masih cukup besar,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut Perry, keputusan menaikkan BI-Rate dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen telah melalui pertimbangan matang dengan tetap menjaga stabilitas eksternal di tengah gejolak global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkembangan terkini, berbagi informasi untuk prospek perkiraan ke depan, berbagi risiko-risiko, kita berdebat panjang termasuk bagaimana merumuskan kebijakan,” ujarnya.

Perry menjelaskan tekanan terhadap rupiah dipicu berbagai faktor global, mulai dari kebijakan tarif perdagangan, konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga penguatan dolar AS yang memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor global, permintaan valas domestik juga meningkat pada April hingga Juni akibat kebutuhan ibadah haji dan umrah, pembayaran utang luar negeri, serta pembagian dividen perusahaan.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI meningkatkan intensitas intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Intervensi besar-besaran tersebut turut menurunkan cadangan devisa, meski Perry memastikan posisinya masih memadai untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia.

Stabilisasi Rupiah

Di sisi lain, Perry menyebut kenaikan suku bunga SRBI dalam dua bulan terakhir berhasil menarik kembali aliran modal asing setelah sempat terjadi capital outflow besar pada triwulan I 2026.

Dalam RDG Mei 2026, BI juga memutuskan menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen dan lending facility menjadi 6 persen.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” kata Perry.

BI menegaskan kebijakan moneter tahun ini tetap difokuskan pada stabilitas ekonomi (pro-stability) guna memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ACWG-RASA

36 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Kemenhub Tuan Rumah Rangkai...

Di Jember, PTPN I Jaga Praja dan Ekonomi Petani Pemilik Lahan

45 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Daerah
Di Jember, PTPN I Jaga Praj...

PT KAI Berhasil Angkut 324.579 Ton Hasil Perkebunan

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Berhasil Angkut 324....

Maung Merintih Kesakitan Usai Menabrak Midian

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Maung Merintih Kesakitan Us...
Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.