Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng Investor Global, Kemenekraf Dukung Sektor Kreatif Jadi Kelas Aset Menjanjikan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 15:05 WIB | Oleh:
Gandeng Investor Global, Kemenekraf Dukung Sektor Kreatif Jadi Kelas Aset Menjanjikan Doc: Dok. Istimewa
Ket. akil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi pembicara dalam ajang Finance 2045 oleh Trescon Global di Sheraton Grand Jakarta, Jakarta, Rabu (8/7).

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan dan investasi, pengembangan startup dan ekosistem digital, hingga mempercepat transformasi ekonomi digital. Hal tersebut disampaikan Wamen Ekraf, Irene Umar saat menjadi pembicara dalam Finance 2045 yang diselenggarakan Trescon Global di Jakarta, Rabu (8/7).

Dalam paparan bertajuk Creative Economy as Indonesia's Next Investable Growth Engine, Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi pertumbuhan yang besar, namun secara struktural masih menghadapi keterbatasan akses permodalan (under-capitalised). Karena itu, sektor ini layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor global.

"Kami di Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritisasi Kekayaan Intelektual di sektor perbankan global. Langkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kita mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya," ujar Irene dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7).

Mengusung tema Bridging Global Capital to Indonesia's Digital Boom, Finance 2045 menjadi ruang kolaborasi mempertemukan pemerintah, investor, dan pelaku industri dalam memperkuat akses permodalan sekaligus memperluas peluang investasi di sektor ekonomi kreatif. 

Optimisme terhadap daya tarik aset baru ini diperkuat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif Indonesia yang terus tumbuh. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, realisasi investasi ekonomi kreatif mencapai Rp132,04 triliun, atau sekitar 9 persen dari total investasi nasional, sekaligus memenuhi 97 persen dari target tahunan. Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif juga menunjukkan tren positif dengan mencapai 5,54 persen pada akhir tahun 2025, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,3 persen.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, selain fokus pada urusan permodalan, Kementerian Ekraf juga bergerak cepat menyelesaikan permasalahan pembayaran internasional bagi para kreator melalui perluasan QRIS di luar negeri. Kami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar global," ujar Wamen Ekraf.

Trescon Global merupakan perusahaan penyelenggara forum bisnis asal Dubai. Melalui partisipasi dalam Finance 2045, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi dengan investor global, lembaga keuangan, dan mitra strategis semakin kuat sehingga mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ini sebagai mesin ekonomi baru nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.